STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (21/4/2026). Dibuka pada level 7.560,285, indeks komposit terkoreksi 34,730 poin atau turun 0,46% ke level 7.559,380. Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi laju indeks hari ini, Rabu (22/4/2026), masih berpotensi mengalami pelemahan terbatas.
Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menjelaskan pergerakan pasar saat ini dipengaruhi berbagai sentimen global dan domestik. Berdasarkan analisa teknikal, IHSG diprediksi bergerak pada rentang level support 7.500 dan resistance 7.850.
“Kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 7.500 – 7.850,” ujar Nico dalam risetnya.
Pada perdagangan sebelumnya, sektor industrials menjadi yang terkuat dengan kenaikan 2,58%. Sebaliknya, sektor energy berada di posisi terendah dengan koreksi 1,02%. Sejumlah sentimen global menjadi sorotan, salah satunya drama geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dijuluki sebagai “Ababil”.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan fase gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu. Meski demikian, AS tetap melakukan blokade terhadap Selat Hormuz. Situasi ini membuat harga minyak mentah jenis Brent dan WTI mengalami penurunan.
Dari sisi ekonomi global, data Retail Sales Advance Amerika Serikat (AS) secara bulanan (MoM) melonjak dari 0,7% menjadi 1,7%. Angka ini merupakan kenaikan terbesar dalam satu tahun. Hal tersebut mengindikasikan konsumsi masyarakat AS tetap kuat meski harga bensin naik.
Sentimen lain datang dari MSCI yang tengah mengevaluasi reformasi transparansi pasar modal Indonesia. Evaluasi ini mencakup pengungkapan pemegang saham di atas 1%, klasifikasi investor, hingga kenaikan minimum free float menjadi 15%. Keputusan lanjutan terkait hal ini baru akan disampaikan pada Juni 2026.
“Kebijakan ini cenderung bersifat negatif jangka pendek hingga netral, terutama bagi saham-saham Indonesia yang sudah masuk MSCI Standard maupun IMI,” jelas Nico.
Nico menambahkan, risiko penghapusan saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) meningkatkan potensi penurunan harga. Hal ini khususnya berdampak bagi emiten dengan kepemilikan terpusat atau free float rendah seperti BREN dan DSSA.
Melihat dinamika tersebut, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan tiga saham pilihan untuk dicermati investor hari ini:
- BRPT – BUY
- Last Price: Rp2.300
- Support: Rp2.030
- Resistance: Rp2.580
- Target: Rp2.520
- RAJA – BUY
- Last Price: Rp4.710
- Support: Rp4.320
- Resistance: Rp5.200
- Target: Rp5.125
- TINS – BUY
- Last Price: Rp3.900
- Support: Rp3.790
- Resistance: Rp4.190
- Target: Rp4.120
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
