STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan pada akhir perdagangan Rabu (17/9/2025) waktu setempat atau Kamis pagi (18/9/2025) WIB. Penurunan greenback terjadi setelah Federal Reserve memangkas suku bunga acuan sebesar seperempat poin persentase. Bank sentral juga memberi sinyal akan terus menurunkan biaya pinjaman hingga akhir tahun.
Mengutip CNBC International, euro menguat 0,2% terhadap dolar ke posisi US$1,1894. Sementara itu, dolar melemah 0,5% terhadap yen Jepang dan diperdagangkan di level 145,78 yen.
Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan mata uang terhadap sejumlah mata uang utama termasuk euro, turun 0,33% ke posisi 96,32 tak lama setelah keputusan diumumkan.
Pergerakan ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar di Amerika Serikat. Pemangkasan suku bunga dianggap dapat menekan imbal hasil dolar, sehingga investor beralih ke aset lain.
