STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT SLJ Global Tbk (SULI) berhasil memperoleh pinjaman pemegang saham (shareholder loan) senilai SGD2 juta atau setara Rp25,86 miliar dari Amin Sunarko, yang adalah Presiden Direktur Perseroan.
Manajemen SULI dalam laporan keterbukaan informasi, Senin 05 Januari 2026 mengemukakan, pinjaman tersebut diberikan karena kondisi likuiditas Perseroan terus menerus menurun. Sementara saat ini, perseroan membutuhkan biaya untuk kebutuhan operasional, termasuk membeli lahan dan bahan pendukung.
“Dana pinjaman ini akan digunakan oleh SULI untuk menunjang kegiatan operasional Perseroan,” tulis Manajemen SULI dalam laporannya. Pinjaman yang diberikan kepada SULI tersebut tanpa bunga sehingga lebih rendah dibandingkan tingkat bunga pinjaman modal kerja yang diberikan oleh perbankan.
Selain itu, pinjaman ini juga menjadi instrumen finansial sangat menguntungkan karena skemanya yang tanpa dikenakan bunga serta fleksibilitas masa pelunasan hingga 31 Maret 2026. “Ini memberikan ruang napas (breathing space) bagi arus kas perusahaan untuk dialokasikan pada pos-pos produktif,” ujar Manajemen.
Manajemen SULI mengatakan, pinjaman pemegang saham ini secara khusus akan digunakan untuk membayar liabilitas jangka pendek yang hingga 30 September 2025 mencapai USD23,4 juta. Dengan demikian, pinjaman ini diharapkan mengurangi beban keuangan SULI di masa yang akan datang.
Manajemen Perseroan menargetkan perbaikan kinerja setelah adanya pinjaman ini dengan mendongkrak produksi dan penjualan secara agresif. Dengan begitu diharapkan dapat membalikkan tren negatif keuangan yang dialami perseroan.
Seperti diketahui, Amin Sunarko selain menjabat Presiden Direktur SULI, juga merupakan Direktur Naturverse, pemegang saham mayoritas SULI. Naturverse saat ini memiliki 1,3 miliar saham atau setara 20,57% saham SULI. (konrad)
