Senin, Januari 12, 2026
24.4 C
Jakarta

Genjot Kinerja 2026, Lovina Beach Brewery (STRK) Targetkan 60% Pendapatan dari Pasar Ekspor

STOCKWATCH.ID (BALI) – PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) tengah menyiapkan strategi ekspansi global. Langkah ini guna mendorong pertumbuhan kinerja pada tahun 2026. Perusahaan menargetkan pendapatan dan laba bersih meningkat lebih tinggi daripada capaian 2025.

Kontribusi utama pendapatan diharapkan datang dari pasar ekspor. Strategi ini diambil karena tantangan pasar domestik yang masih cukup berat. Daya beli masyarakat dan perlambatan konsumsi menjadi faktor penghambat di dalam negeri.

Manajemen menilai pasar internasional menawarkan ruang pertumbuhan lebih besar. Fokus utama perusahaan tertuju pada produk minuman siap saji (ready to drink) dan premium.

Direktur Utama PT Lovina Beach Brewery Tbk, Bona Budhisurya, memaparkan target pertumbuhan tersebut. Menurutnya, angka itu merupakan proyeksi minimal yang ingin dicapai perusahaan.

“Fokus kami adalah memperluas kontribusi ekspor. Pasar internasional memberikan peluang yang lebih luas dibandingkan pasar lokal saat ini,” ujar Bona usai peluncuran produk di Bali.

Perusahaan memperkenalkan tiga produk baru untuk mendukung strategi ini. Produk tersebut adalah COCO BALI di segmen ready to drink. Selain itu, ada CLARISSA dan LIBARRON di segmen minuman beralkohol premium.

Ketiganya dikembangkan sesuai preferensi pasar internasional, khususnya Jepang dan China. Saat ini, perseroan juga tengah menjajaki peluang masuk ke pasar Eropa dan Amerika Serikat.

Bona menjelaskan pelemahan pasar domestik menjadi alasan utama percepatan ekspansi ke luar negeri. Perusahaan harus aktif mencari sumber pertumbuhan baru yang lebih menjanjikan.

“Ketika pasar lokal melambat, perusahaan perlu mencari sumber pertumbuhan lain. Pasar ekspor menjadi salah satu opsi yang realistis,” kata Bona.

Sebagai langkah awal, perseroan telah menandatangani Letter of Intent dengan Naoyoshi Co., Ltd. Perusahaan logistik asal Jepang ini akan mendukung pemasaran COCO BALI serta produk lainnya.

Jepang dinilai sebagai pasar potensial karena kategori minuman siap saji di sana tumbuh stabil. Bona menyebut pangsa pasar yang kecil di Jepang sudah bisa berdampak besar bagi kebutuhan produksi.

Saat ini, fasilitas produksi perseroan di Singaraja memiliki kapasitas sekitar 3.000 botol per jam. Kapasitas tersebut direncanakan naik secara bertahap hingga mencapai 20.000 botol per jam.

Dalam jangka pendek, perseroan memilih memaksimalkan pemanfaatan tenaga kerja lokal. Perusahaan belum akan melakukan investasi besar pada otomatisasi mesin.

“Pendekatan ini memungkinkan kami meningkatkan kapasitas sambil tetap melibatkan tenaga kerja lokal,” tutur Bona.

COCO BALI disiapkan sebagai produk unggulan di segmen minuman siap saji. Minuman ini menggunakan kelapa kopyor dengan varian sparkling agave dan golden salak. Bahan bakunya diperoleh dari perkebunan agave di Nusa Penida, Bali.

Perseroan memproyeksikan sekitar 60% pendapatan berasal dari ekspor. Sisanya sebesar 40% diharapkan datang dari pasar domestik. Komposisi ini berpotensi berubah seiring realisasi kontrak internasional.

Sepanjang tahun 2024, Lovina mencatatkan penjualan sebesar Rp 29,8 miliar. Strategi ekspansi global ini diharapkan menjadi mesin pendorong utama perbaikan kinerja perseroan di masa depan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Diprediksi Menguat, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ NICL, BUMI, DEWA hingga RATU!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

Investor Telkom (TLKM) Melejit di Akhir 2025, Danantara Genggam Kendali 52,09%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)...

Komposisi Pemegang Saham BRMS Akhir 2025: Investor Sugiman Halim Genggam 7,45%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru