STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis (16/4/2026) waktu setempat. Investor tengah mencerna data pertumbuhan ekonomi Inggris dan inflasi Zona Euro yang lebih tinggi dari perkiraan. Selain itu, pasar terus memantau kemajuan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,05% ke posisi 616,95. Bursa utama di kawasan tersebut terpantau bergerak bervariasi. Indeks CAC 40 Perancis melemah 0,14% ke level 8.262,70. FTSE MIB Italia merosot 0,27% ke posisi 48.026,94.
Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,29% ke level 10.589,99. DAX Jerman meningkat 0,36% ke posisi 24.154,47. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol terkoreksi 0,53% ke level 18.089,50.
Ekonomi Inggris mencatat pertumbuhan 0,5% pada Februari. Angka ini melampaui perkiraan awal analis sebesar 0,1%. Namun, pecahnya perang Iran pada akhir Februari diprediksi akan mengganggu prospek pertumbuhan Inggris ke depan.
Dampak perang juga terlihat pada data inflasi Zona Euro. Harga-harga melonjak lebih cepat dari perkiraan semula sebesar 2,6% pada Maret. Sebelumnya, estimasi awal inflasi hanya berada di angka 2,5%.
Di sisi korporasi, saham EasyJet anjlok hampir 5% di Bursa London. Saham sempat terjatuh hingga 8,7% pada awal perdagangan. Manajemen memperingatkan perang Iran dan lonjakan harga bahan bakar menekan jumlah pemesanan pelanggan.
EasyJet menanggung tambahan biaya bahan bakar sekitar USD 34 juta pada semester pertama. Maskapai memproyeksikan tekanan biaya operasional masih akan terus berlanjut. Kondisi ini sangat bergantung pada pergerakan harga bahan bakar di pasar global.
“Biaya maskapai diperkirakan akan tetap terikat pada harga bahan bakar yang tidak stabil selama beberapa bulan mendatang,” tulis pernyataan EasyJet.
Sentimen positif sempat muncul dari pernyataan Presiden AS Donald Trump. Ia menyebut konflik tersebut sudah berada di tahap akhir. Optimisme pasar meningkat usai Trump mengabarkan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
“Sangat dekat untuk berakhir,” ujar Trump mengenai konflik tersebut dalam sebuah wawancara.
Trump menjelaskan Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata selama 10 hari. Kesepakatan ini tercapai setelah pejabat kedua negara bertemu di Washington, D.C. Investor kini menanti hasil pembicaraan damai ini bisa segera membuahkan hasil permanen.
