Laba DADA Melejit 216% ke Rp3,51 Miliar, Apa Pendorongnya?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp3,51 miliar. Angka ini melonjak tajam 216,7% dibandingkan perolehan laba tahun 2024 senilai Rp1,11 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025 yang dipublikasikan Jumat (17/4/2026) kenaikan laba bersih ini turut mengerek laba per saham dasar Perseroan. Nilainya meningkat menjadi Rp0,47 per saham dari posisi tahun sebelumnya Rp0,15 per saham.

Pertumbuhan laba didorong kenaikan pendapatan usaha DADA sebesar 16,47% secara year on year (yoy). Total pendapatan Perseroan mencapai Rp43,13 miliar pada 2025, naik dari Rp37,03 miliar pada 2024.

Kontributor utama pendapatan berasal dari penjualan unit apartemen Apple Residences 3 senilai Rp41,68 miliar. Selain itu, Perseroan meraih pendapatan dari sewa unit apartemen Dave, Apple 1, dan sewa ruang untuk Janji Jiwa dengan total akumulasi mencapai Rp1,45 miliar.

Seiring kenaikan aktivitas penjualan, beban pokok pendapatan ikut merangkak naik menjadi Rp20,19 miliar dari Rp14,65 miliar pada tahun sebelumnya. Meski demikian, DADA tetap mengantongi laba bruto sebesar Rp22,93 miliar, tumbuh tipis dari capaian 2024 sebesar Rp22,38 miliar.

Manajemen berhasil menekan sejumlah pengeluaran operasional dan biaya keuangan. Beban penjualan dan pemasaran turun menjadi Rp2,36 miliar dari Rp2,72 miliar. Faktor krusial yang menopang lonjakan laba bersih adalah penurunan beban keuangan (biaya bunga) secara signifikan menjadi Rp4,81 miliar dari sebelumnya Rp7,67 miliar.

Dari sisi posisi keuangan, DADA mencatat total aset senilai Rp639,44 miliar per 31 Desember 2025. Angka ini mengalami sedikit penurunan dari posisi akhir 2024 sebesar Rp643,38 miliar. Penurunan aset dipengaruhi berkurangnya saldo konstruksi dalam pengerjaan dan uang muka perolehan tanah.

Di sisi lain, kekuatan neraca Perseroan terlihat dari penurunan total liabilitas. Per akhir 2025, jumlah kewajiban DADA susut menjadi Rp283,74 miliar dibandingkan posisi 2024 sebesar Rp291,22 miliar. Penurunan ini didorong pelunasan sebagian utang bank jangka pendek.

Total ekuitas Perseroan juga mengalami penguatan menjadi Rp355,70 miliar dari Rp352,17 miliar. Hal ini sejalan dengan peningkatan saldo laba yang belum dicadangkan.

Laporan keuangan tahunan 2025 ini telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purba Lauddin & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian. Fokus utama auditor dalam pemeriksaan ini mencakup aspek pengakuan pendapatan dari penjualan unit apartemen yang menjadi motor pertumbuhan Perseroan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Triwulan I 2026, BTN Raup Laba Bersih Rp1,107 Triliun, Naik 22,12%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

Terdampak Aturan RKAB, UNTR Kaji Ulang Target Bisnis dan Capex 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT United Tractors Tbk (UNTR) berencana...

BNI Rilis Surat Utang Global AT1 USD 700 Juta di Singapura, Patok Bunga 7,15%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru