STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas menguat pada penutupan perdagangan Kamis (16/4/2026). Harapan akan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi pendorong utama reli pasar. Sentimen positif ini muncul seiring meroketnya optimisme investor global terhadap berakhirnya konflik di Timur Tengah.
Mengutip CNBC International, indeks Nikkei 225 di Jepang mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dengan melonjak 2,38% ke level 59.518,34. Penguatan ini didorong oleh saham-saham sektor teknologi dan siklikal konsumen. Indeks Topix yang lebih luas juga ikut terangkat 1,17% menjadi 3.814,46.
Saham Daikin Industries menjadi bintang lapangan setelah investor aktivis Elliott Investment Management mendorong perusahaan meningkatkan kinerja. Langkah ini bertujuan mempersempit celah penilaian harga saham dengan para pesaingnya.
Optimisme kian memuncak menyusul pernyataan Presiden Donald Trump dalam wawancara dengan Fox Business yang ditayangkan Rabu lalu. Trump menyebut pihak Teheran sangat ingin segera mencapai kesepakatan.
“Perang Iran sangat dekat untuk berakhir,” ujar Trump.
Seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan pembahasan mengenai negosiasi tahap kedua antara Washington dan Iran sedang berlangsung. Meski demikian, hingga kini belum ada jadwal resmi yang ditetapkan untuk pertemuan tersebut.
Bursa Korea Selatan juga mencatatkan performa gemilang. Indeks Kospi melesat 2,21% ke posisi 6.226,05. Sementara itu, indeks Kosdaq yang mencakup saham berkapitalisasi kecil naik 0,91% menjadi 1.162,97.
Di China daratan, indeks CSI 300 menguat 1,10% ke level 4.736,61. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga merangkak naik 1,71% pada jam terakhir perdagangan.
Ekonomi China menunjukkan akselerasi pada kuartal pertama tahun ini berkat pertumbuhan ekspor yang kuat. Produk Domestik Bruto (PDB) Negeri Tirai Bambu tumbuh 5% dalam tiga bulan hingga Maret. Angka ini melampaui pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 4,5% dan melebihi perkiraan para ekonom sebesar 4,8%.
Di sisi lain, bursa Australia justru melemah tipis. Indeks S&P/ASX 200 turun 0,26% ke level 8.955. Data tenaga kerja menunjukkan lapangan kerja di Australia naik 1,4% pada Maret, dengan tingkat pengangguran stabil di angka 4,3%. Indeks Nifty 50 di India juga terkoreksi 0,37%.

