back to top

Dolar AS Menguat dan Tensi Iran Mereda, Harga Emas Dunia Tergelincir

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia berakhir melemah pada penutupan perdagangan Kamis (15/1/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (16/1/2026) WIB. Penurunan ini dipicu oleh data klaim pengangguran Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan. Penguatan dolar AS turut menekan harga logam mulia ini.

Mengutip CNBC International, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup turun 0,26% menjadi USD 4.623,70. Namun, kondisi berbeda dialami oleh perak. Kontrak berjangka perak justru naik 1,05% dan menetap di level USD 92,347. Angka ini menjadi rekor penutupan baru setelah sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di USD 93,70.

Data terbaru menunjukkan permohonan tunjangan pengangguran di AS turun secara tak terduga minggu lalu. Situasi ini mendorong indeks dolar ke level tertinggi sejak 2 Desember. Emas pun menjadi lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang asing.

Peter Grant, Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, memberikan pandangannya terkait situasi ini.

“Data terbaru menjaga ekspektasi The Fed untuk menahan suku bunga, mungkin untuk paruh pertama tahun ini, jadi indeks dolar berada di level tertinggi dalam beberapa minggu dan ini memberikan sedikit hambatan bagi emas saat ini,” ujar Grant.

Grant menilai meredanya ketegangan geopolitik sedikit membebani harga. Namun, ia melihat pergerakan emas saat ini bersifat korektif. Para pedagang diperkirakan akan menjadikan penurunan harga sebagai peluang untuk membeli.

Tekanan terhadap emas juga datang dari meredanya ketegangan di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump melunakkan nada bicaranya terhadap Iran. Hal ini mengurangi permintaan terhadap emas sebagai aset pelindung nilai atau safe-haven.

Trump mengatakan ia mendapat informasi aksi kekerasan dalam protes di Iran mulai mereda. Ia tidak melihat adanya rencana segera untuk eksekusi berskala besar. Sikap ini menandakan pendekatan “lihat dan tunggu” setelah sebelumnya sempat melontarkan ancaman intervensi.

Terkait kebijakan moneter, Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27-28 Januari mendatang. Pasar masih mengantisipasi setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin di kemudian hari.

Trump juga menyinggung posisi Ketua The Fed. Ia menyatakan tidak berencana memecat Jerome Powell meskipun ada penyelidikan kriminal oleh Departemen Kehakiman. Namun, Trump menyebut “terlalu dini” untuk mengatakan apa yang akhirnya akan ia lakukan.

Di sisi lain, permintaan emas fisik dari bank sentral tetap menjadi sorotan. Gubernur Bank Sentral Polandia, Adam Glapinski, mengungkapkan data cadangan emas negaranya.

Polandia memiliki 550 ton emas pada akhir tahun 2025. Glapinski menyatakan pihaknya berkeinginan meningkatkan cadangan tersebut menjadi 700 ton.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Selat Hormuz Lumpuh Imbas Perang, Harga Minyak Mentah AS Diprediksi Tembus USD 70 Pagi Ini

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak mentah dunia diprediksi...

Harga Emas Dunia Mendekati Puncak Satu Bulan, Berpotensi Terus Melaju ke USD 5.450

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melonjak mendekati level...

Selat Hormuz Ditutup Usai Serangan AS-Israel ke Iran, Harga Minyak Langsung Melonjak

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia meroket lebih...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru