back to top

Entitas Anak BREN dan SLB Berkolaborasi Kembangkan Energi Panas Bumi di Indonesia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Star Energy Geothermal (SEG)  entit anak PT Dian Barito Renewable  Tbk (BREN), dan SLB, perusahaan teknologi energi global di New York Stock Exchange menandatangani perjanjian kerja sama dan kolaborasi untuk mendukung proyek pengembangan panas bumi serta penerapan teknologi di masa depan di Indonesia dan di luar negeri pada 23 Februari 2026.

Kolaborasi ini mencakup desain dan perencanaan pengembangan lapangan pada proyek pengembangan panas bumi Sekincau di Indonesia. Selain itu, kerja sama juga meliputi kerangka kerja kolaborasi untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan perencanaan panas bumi di masa depan termasuk di kawasan Amerika Utara.

Star Energy Geothermal merupakan pengembang dan operator panas bumi terkemuka di Indonesia, dengan pengalaman mendalam dalam pengembangan dan operasional sumber daya panas bumi.

Perjanjian ini menandai fase baru dalam hubungan antara SLB dan Star Energy Geothermal, yang dibangun di atas kolaborasi teknologi sebelumnya telah terjalin melalui kolaborasi teknologi.

Presiden Direktur BREN sekaligus Group CEO Star Energy Geothermal Hendra Tan dalam siaran pers, Senin 23 Februari 2026 mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar sebagai energi panas bumi masa depan.

“Indonesia memiliki potensi masa depan sebagai sumber energi panas bumi secara global, dan kami melihat kesempatan untuk mengubah potensi ini menjadi dampak nyata,” katanya.

Hendra menambahkan, kolaborasi ini menandai langkah penting dalam membangun keahlian yang berpusat di Indonesia dan dapat diperluas ke tingkat internasional.

“Kolaborasi ini menandai langkah penting dalam membangun keahlian yang berpusat di Indonesia  dan dapat diperluas di tingkat internasional,” ujarnya.

Menurut Hendra, hal tersebut akan  memposisikan panas bumi tidak hanya sebagai pilar transisi energi Indonesia, tetapi juga sebagai solusi yang dapat diterapkan secara global untuk mempercepat penurunan emisi, meningkatkan ketahanan energi, serta menciptakan nilai berkelanjutan lintas benua.

Berdasarkan perjanjian tersebut, jelas Hendra, SLB berencana meningkatkan efisiensi pengembangan, mengurangi risiko subsurface dan risiko eksekusi, serta mendukung realisasi proyek panas bumi yang layak secara teknis maupun komersial. Kapabilitas ini menjadi kunci dalam meningkatkan skala panas bumi sebagai sumber energi andal dan berdaya pasok stabil.

“Teknologi canggih, keahlian teknis yang mendalam, serta kinerja operasional yang disiplin melalui integrasi di seluruh siklus hidup proyek merupakan hal yang esensial untuk meningkatkan skala proyek panas bumi,” ujar Nurzhan Ongaltayev, Managing Director Indonesia, SLB.

Dia melanjutkan, “Perjanjian dan peluang kolaborasi baru ini menghadirkan keahlian konsultasi subsurface SLB serta pengalaman eksekusi global untuk mendukung pengembangan panas bumi bersama operator berpengalaman, mulai dari pelaksanaan proyek di Indonesia hingga evaluasi peluang di luar negeri,” katanya.

Secara inci,  poin-poin utama kesepakatan tersebut meliputi, Pertama, perjanjian yang berada di kawasan Asia ini menandai fase baru dalam hubungan SLB–Star Energy Geothermal, yang bergerak menuju perencanaan dan pelaksanaan di tingkat proyek di Sekincau, Indonesia.

Kedua, SLB akan menerapkan keahlian subsurface, perencanaan terintegrasi, serta layanan pengeboran sumur untuk mendukung pengembangan panas bumi.

Ketiga, Kolaborasi ini mencakup kerangka kerja untuk mengevaluasi peluang panas bumi di masa depan, termasuk di Amerika Utara. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Gugatan PKPU Terhadap TAMU Resmi Dicabut, Ini Penjelasan Manajemen

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU)...

Anak Usaha Hillcon (HILL) Digugat PKPU Rp46,01 Miliar, Manajemen Buka-Bukaan Soal Dampaknya ke Kinerja

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Hillcon Tbk (HILL) memberikan penjelasan...

HPSN 2026: Lewat Program ‘Yok Kita Gas’, BRI Sukses Kelola 1,29 Miliar Kg Sampah

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Menyambut Hari Peduli Sampah Nasional...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru