STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat struktur dan ketahanan industri perbankan syariah nasional. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah pembentukan Bank Umum Syariah (BUS) baru melalui proses pemisahan usaha atau spin-off.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menargetkan satu BUS hasil spin-off dapat terbentuk tahun ini. Kehadiran bank baru tersebut diharapkan masuk dalam kelompok Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2.
Saat ini, industri perbankan syariah nasional telah memiliki tiga bank berskala besar yang berada pada kelompok KBMI 2 dan KBMI 3.
“OJK harapkan terbentuk satu BUS baru hasil proses spin-off untuk memperkuat struktur perbankan syariah nasional pada kelompok KBMI 2,” ujar Dian dalam keterangan tertulis.
Selain bank umum, OJK juga mendorong konsolidasi pada sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah. Saat ini, proses penggabungan tengah berlangsung terhadap 21 BPR/BPR Syariah.
Langkah tersebut ditargetkan menghasilkan sembilan BPR Syariah yang lebih solid. Entitas hasil merger diharapkan menjadi lebih kuat, efisien, serta memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Berbagai upaya penguatan ini merupakan implementasi pilar pertama Roadmap Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI), yang berfokus pada penguatan struktur dan ketahanan industri perbankan syariah nasional.
Melalui konsolidasi dan penambahan bank berskala besar, OJK optimistis industri perbankan syariah akan semakin kompetitif dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi syariah nasional ke depan.
