STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) harus rela parkir di zona merah. Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (4/3/2026), saham BBCA turun Rp125 atau anjlok 1,77%. Harga saham bank swasta terbesar ini berakhir di level Rp6.950 per saham.
Pada awal perdagangan, saham BBCA sempat dibuka pada harga Rp7.075. Sepanjang sesi pertama berjalan, pergerakan harganya cukup fluktuatif. Saham ini sempat menyentuh level tertinggi di Rp7.075. Sementara untuk level terendah berada di angka Rp6.900.
Aktivitas perdagangan saham BBCA terpantau sangat ramai hari ini. Volume saham yang diperjualbelikan mencapai 92,63 juta lembar pada paruh pertama perdagangan.
Total nilai transaksi saham ini juga tercatat sangat besar. Perputaran uang pada saham BBCA menembus angka Rp647,11 miliar.
Frekuensi perpindahan tangan saham ini tergolong tinggi. Jual beli saham BBCA terjadi sebanyak 43.504 kali transaksi sepanjang sesi pertama.
Kinerja Harga dan Valuasi
Tren penurunan harga saham BBCA sebenarnya sudah terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Kinerja harga saham ini mencatatkan rapor merah dalam berbagai rentang waktu jangka pendek dan menengah.
Dalam satu minggu terakhir, saham BBCA turun 5,12%. Penurunan ini semakin dalam jika ditarik ke belakang. Selama satu bulan terakhir, harganya sudah terkoreksi 8,55%.
Secara year-to-date (YTD) atau sejak awal tahun, saham BBCA turun 13,93%. Bahkan dalam satu tahun terakhir, koreksi harganya mencapai 25,67%. Dalam 52 minggu atau satu tahun terakhir, saham BBCA pernah menyentuh level tertinggi di Rp9.800 dan terendah di Rp6.375.
Namun, bagi investor jangka panjang, saham ini masih memberikan keuntungan. Dalam lima tahun terakhir, kinerja harga saham BBCA masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 20,76%.
Secara valuasi, Bank Central Asia tetap menjadi raksasa di bursa. Kapitalisasi pasar emiten ini tercatat sekitar Rp848,19 triliun. Angka ini menempatkan BBCA sebagai salah satu perusahaan dengan nilai pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia.
Dari sisi rasio keuangan, price to earnings ratio (P/E) BBCA berada di level 14,89 kali. Emiten ini juga rajin membagikan keuntungan kepada pemegang sahamnya.
Imbal hasil dividen atau dividend yield BBCA tercatat sebesar 4,39%. Untuk dividen kuartalan, nilai pembagiannya ditetapkan sebesar Rp76,28 per saham.
