STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) memperoleh fasilitas kredit investasi dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Nilai pendanaan tersebut mencapai Rp494,5 miliar.
Fasilitas pinjaman ini terdiri atas dua jenis. Pertama, kredit investasi (KI) refinancing sebesar Rp294,5 miliar. Kedua, KI capex senilai Rp200 miliar.
Kesepakatan tersebut tertuang dalam Akta Perjanjian Kredit Investasi pada 8 April 2026. Fasilitas kredit ini mulai efektif sejak 16 April 2026.
Manajemen ALII akan menggunakan dana KI refinancing untuk melunasi sisa pinjaman di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Pembiayaan ini sebelumnya digunakan untuk pengadaan tug boat, barge, dan Floating Transshipment Unit (FTU).
Langkah pelunasan sukarela tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi biaya keuangan. Perseroan menilai suku bunga dari BRI lebih rendah dibandingkan fasilitas kredit sebelumnya.
“Perolehan Fasilitas Kredit Investasi ini diharapkan dapat memberikan efisiensi biaya keuangan yang lebih optimal,” tulis Direksi ALII dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin (20/4/2026).
Sementara itu, dana KI capex bakal dialokasikan untuk menambah aset produktif. Perseroan berencana melakukan pembelian atau pembangunan 20 unit tug boat baru. Selain itu, perusahaan akan menambah 6 unit barge.
Pinjaman ini merupakan transaksi material bagi perseroan. Nilai fasilitas kredit tersebut melebihi 20% ekuitas ALII. Namun, nilainya tidak lebih dari 50% ekuitas perusahaan.
Berdasarkan regulasi, transaksi ini tidak wajib menggunakan jasa penilai independen. Perseroan juga tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Hal ini dikarenakan nilai pinjaman dan jaminan tidak melebihi batas 50% dari kekayaan bersih.
Jangka waktu kredit refinancing ditetapkan selama 60 bulan. Untuk kredit capex, durasinya mencapai 69 bulan. Keduanya memiliki suku bunga 7,5% per tahun.
Sebagai jaminan, perseroan memberikan agunan berupa puluhan unit kapal miliknya. ALII juga menjaminkan tanah kosong di Kabupaten Kutai Kartanegara. Selain itu, terdapat jaminan perusahaan (corporate guarantee) dari PT Graha Adika Niaga dan Solomed Capital Pte. Ltd.
Manajemen berharap penambahan armada ini mampu meningkatkan kapasitas operasional. Langkah proaktif ini diambil untuk mendukung pertumbuhan kinerja perseroan secara berkelanjutan.
Hingga 31 Maret 2026, komposisi pemegang saham ALII terdiri atas PT Graha Adika Niaga sebesar 32,87%. Solomed Capital Pte. Ltd. menggenggam 31,58%. Sisanya dimiliki oleh Borneo Logistics Services Pte. Ltd., Nalinkant Amratlal Rathod, serta manajemen dan publik.
