STOCKWATCH (JAKARTA) – Laba bersih PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,01 triliun pada 2025, tumbuh 25,71% jika dibandingkan Rp796,47 miliar pada tahun 2024.
Pertumbuhan laba DCII, menurut laporan keuangan per Desember 20245 yang dipublikasikan Rabu, 4 Maret 2026, didukung pendapatan yang melonjak 40,14% menjadi Rp2,54 triliun pada 2025, dari Rp1,81 triliun pada periode sama 2024.
Mayoritas pendapatan DCII sepanjang tahun 2025 didominasi oleh jasa colocation yakni sebesar Rp2,35 triliun atau sekitar 92,84% dari total pendapatan Perseroan.
Seiring pendapatan, beban pokok pendapatan DCII juga naik lebih tinggi dari pendapatan yakni sebesar 54,49% jadi Rp1,16 triliun pada 2025, dari Rp755,40 miliar pada tahun 2024. Akan tetapi, laba kotor emiten penyedia infrastruktur data center itu tumbuh 29,89% jadi Rp1,37 triliun pada 2025, dari Rp1,05 triliun.
Di sisi lain, beban umum dan administrasi DCII meningkat 58,30%, dari Rp79,37 miliar pada 2024 menjadi Rp125,66 miliar pada 2025. Pendapatan operasi lain melonjak 500% menjadi Rp23,91 miliar dan Rp3,98 miliar. Laba usaha DCII naik 29,73% jadi Rp1,26 triliun pada 2025, dari Rp974,81 miliar pada tahun 2024.
Dari sisi neraca keuangan, DCII memiliki total aset sebesar Rp6,64 triliun per Desember 2025, meningkat 37,993% dari Rp4,82 triliun per Desember 2024. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas emiten penyedia infrastruktur dana center itu, masing-masing Rp2,64 triliun dan Rp4,05 triliun pada tahun 2025.
