STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk (AKKU) dijadwalkan mengadakan pemaparan kinerja Perseroan tahun buku 2025 hingga kuartal I 2026 pada Rabu (17/6/2026) di Bandung. Hal itu disampaikan Irwan Suryadi, Sekretaris Perseroan AKKU dalam materi paparan publik yang disampaikan ke BEI, dikutip Rabu (17/6/2026).
Irwan mengemukakan, Perseroan ke depan tetap konsisten pada misi, yaitu menciptakan pertumbuhan usaha pengelolaan perhotelan dan properti yang berkesinambungan dengan memberikan solusi dan keuntungan yang terbaik bagi pemegang saham, pelanggan, dan lingkungan.
Hingga kuartal I 2026, AKKU telah berhasil membukukan laba periode berjalan sebesar Rp819 juta pada kuartal I 2026. Padahal di periode yang sama tahun 2025 AKKU masih mengalami kerugian sebesar Rp411 juta. Dengan demikian, laba bersih per saham setara dengan Rp0,13 per lembar.
Pencapaian laba ini berkat pendapatan bersih Perseroan yang meningkat 28,64%, dari Rp1,585 miliar di kuartal I 2025 menjadi Rp2,039 miliar di kuartal I 2026. Perseroan mencatat laba kotor sebesar Rp2,037 miliar per Maret 2026, naik 28,84% dari Rp1,581 miliar per Maret 2025.
“Beban usaha Perseroan berkurang dari Rp1,945 miliar menjadi Rp1,848 miliar di kuartal I 2026. Perseroan juga mencatatkan pendapatan lain-lain sebesar Rp631 juta per Maret 2026,” tulisnya.
Sementara itu, total aset AKKU naik 0,35% dari Rp695,10 miliar per 31 Desember 2025 menjadi Rp697,56 miliar per 31 Desember 2026. Total liabilitas AKKU naik 0,54% dari Rp301,26 miliar menjadi Rp302,91 miliar. Adapun total ekuitas AKKU naik 0,20% dari Rp393,84 miliar per 31 Desember 2025 menjadi Rp394,65 miliar per 31 Maret 2026.
Sebagai catatan, AKKU didirikan pada bulan April 2001 dengan nama PT Aneka Kemasindo Utama. Awalnya bergerak di bidang industri kemasan plastik. Perusahaan ini melakukan IPO pada bulan November 2004.
Selanjutnya, AKKU mengubah bidang usahanya menjadi perdagangan barang dan jasa umum. Namanya diubah menjadi yang sekarang pada tahun 2016. Kegiatan usahanya meliputi konsultasi bisnis, manajemen dan administrasi, jasa penunjang pertambangan, jasa pengelolaan pertambangan umum, dan jasa pengelolaan hotel.

