STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT VENTENY Fortuna International Tbk (VTNY) merombak susunan pengurus perusahaan. Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Senin (17/6/2026). Perusahaan mengangkat Hosea Sanjaya sebagai Wakil Direktur Utama dan Group Chief Operating Officer (COO).
Selain Hosea, pemegang saham menyetujui pengangkatan Tri Ismardiko Widyawan. Tri kini menjabat sebagai Direktur dan Group Chief Technology Officer (CTO) Perseroan. Penguatan tim kepemimpinan ini bertujuan meningkatkan kualitas eksekusi bisnis. Selain itu, langkah ini diambil untuk mempercepat inovasi dan mendukung pertumbuhan masa depan.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menerima pengunduran diri Milokevin Wendiady. Ia melepas jabatannya sebagai Direktur dan Group COO. Pengunduran diri Pak Milo dilakukan karena alasan pribadi. Hal ini tidak terkait dengan kinerja maupun kondisi usaha Perseroan.
Direktur Utama, Founder, dan Group CEO VENTENY, Jun Waide memberikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan oleh Pak Milo selama bergabung dengan Perseroan. Kami juga menyambut bergabungnya Hosea Sanjaya sebagai Wakil Direktur Utama dan Group COO serta Tri Ismardiko Widyawan sebagai Direktur dan Group CTO. Penguatan tim kepemimpinan ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas eksekusi bisnis, mempercepat inovasi, dan mendukung pertumbuhan Perseroan ke depan,” ujar Jun.
Sepanjang tahun buku 2025, VTNY membukukan pendapatan Rp327,3 miliar. Jumlah ini meningkat 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Total aset tercatat Rp1,8 triliun atau tumbuh 49% dari posisi tahun 2024 yang sebesar Rp1,2 triliun. Sementara itu, laba bersih setelah pajak mencapai Rp2,1 miliar.
Pencapaian ini diraih di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Industri pembiayaan sedang menghadapi tekanan daya beli masyarakat. Risiko kredit juga meningkat. Oleh karena itu, VTNY memilih lebih selektif dalam mengembangkan bisnis pembiayaan.
Perseroan memfokuskan sumber daya pada produk dengan permintaan pasar yang kuat. Langkah efisiensi juga dilakukan. Perseroan mengevaluasi sejumlah program yang belum memberikan hasil optimal bagi keuntungan perusahaan.
Pada 2026, VTNY berkomitmen menciptakan dampak positif bagi UMKM. Perusahaan ingin meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja melalui layanan pendanaan produktif. Layanan ini tersedia dalam VENTENY Employee Super App. Produknya meliputi Earned Wage Access (EWA), Advance Wage Access (AWA), hingga Payroll Service.
Perseroan terus memperkuat tata kelola dan manajemen risiko. Hal ini dilakukan agar setiap peluang bisnis dikelola secara terukur. Prinsip kehati-hatian tetap dikedepankan untuk menjaga kualitas portofolio bisnis.
“Tahun 2025 menegaskan ketahanan dan kemampuan Perseroan dalam menciptakan pertumbuhan yang berkualitas di tengah berbagai tantangan dan peluang pasar. Dengan fondasi bisnis yang semakin kuat, kami tidak hanya fokus pada pencapaian jangka pendek, tetapi juga membangun kapasitas untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. Ke depan, kami melihat peluang yang semakin besar untuk memperluas dampak dan nilai yang kami ciptakan melalui inovasi layanan, penguatan ekosistem bisnis, serta pengembangan organisasi yang agile dan berorientasi pada masa depan. Dengan strategi yang terarah dan eksekusi yang disiplin, kami yakin Perseroan berada pada posisi yang baik untuk melanjutkan momentum pertumbuhan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.,” tutup Jun

