STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Emiten produsen farmasi, PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,41 triliun pada 2025, turun 2,82% dari Rp1,44 triliun pada 2024.
Menurut laporan keuangan Desember 2025 yang dipublikasikan, Senin 30 Maret 2026, penjualan bersih TSPC mencapai Rp14,05 triliun pada 2025, naik tipis 2,56% dari Rp13,65 triliun pada tahun 2024.
Penyumbang terbesar penjualan TSPC tahun 2025 dari pasar domestic yakni Rp13,43 triliun. Jumlah tersebut sekitar 95,95% dari total penjualan Perseroan. Adapun penjualan ekspor hanya mengkontribusi sebesar Rp565,95 miliar.
Seiring penjualan, beban pokok penjualan TSPC juga naik sebesar 2,39% menjadi Rp8,68 triliun pada 2025, dari Rp8,47 triliun pada tahun 2024. Namun, laba kotor emiten farmasi tersebut masih tumbuh 2,83% menjadi Rp5,32 triliun pada 2025, dibanding Rp5,17 triliun pada tahun 2024.
Pada saat yang sama, beban penjualan serta beban umum dan administrasi TSPC, masing-masing naik 8,83% menjadi Rp3,02 triliun dan 0,34% ke Rp697,88 miliar pada 2025. Akibatnya, laba usaha Perseroan turun 7,03% menjadi Rp1,69 triliun pada 2025 dibandingkan Rp1,81 triliun pada tahun 2024.
Dari sisi neraca keuangan, TSPC memiliki total aset sebesar Rp13.08 triliun pada 2025, naik 4,77% dari Rp12,48 triliun pada 2024. Sedangkan jumlah liabilitas dan ekuitas TSPC, masing-masing sebesar Rp3,42 triliun dan Rp9,66 triliun. (konrad)
