Fokus ke Properti, Lippo Karawaci (LPKR) Lepas Dua Unit Bisnis Kuliner Rp34 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengalihkan seluruh kepemilikan saham pada dua unit bisnis kuliner, PT Sunshine Food International (SFI) dan PT Prima Cipta Lestari (PCL). Total nilai transaksi pengalihan saham ini mencapai Rp34 miliar.

Manajemen LPKR melakukan transaksi ini melalui perusahaan terkendalinya, PT Sunshine Prima Utama (SPU) dan PT Mega Indah Gemilang (MIG). Pengalihan saham tersebut ditandatangani pada 1 April 2026.

Adapun pihak pembeli adalah PT Fortuna Optima Distribusi (FOD) dan PT Matahari Super Ekonomi (MSE). Kedua pembeli merupakan anak usaha dari PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) yang berada dalam naungan Grup Multipolar.

Secara rinci, LPKR mengalihkan 5.550.000 lembar saham SFI atau setara 100% modal ditempatkan dan disetor. Nilai transaksi untuk SFI mencapai sekitar Rp32,1 miliar.

Selanjutnya, perseroan melepas 95.096 lembar saham PCL atau setara 100% kepemilikan saham. Nilai transaksi pengalihan PCL ini sebesar Rp1,9 miliar.

Langkah strategis ini diambil untuk memusatkan kembali kekuatan perusahaan pada bisnis inti. LPKR ingin lebih fokus pada pengembangan dan pengelolaan sektor real estat.

“Perseroan semakin menegaskan arah strategi Perseroan untuk mengembalikan fokus kegiatan usaha pada pengembangan dan pengelolaan bisnis real estat sebagai kegiatan usaha utama (core business) Perseroan,” tulis Direksi LPKR dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Senin (6/4/2026).

Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena para pihak berada di bawah pengendalian yang sama. Pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari pihak-pihak terlibat adalah James T. Riady melalui PT Inti Anugerah Pratama.

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Suwendho Rinaldy dan Rekan telah melakukan kajian mendalam terhadap aksi korporasi ini. Penilai independen menyimpulkan transaksi pengalihan saham SFI dan PCL tersebut berada dalam kategori wajar.

Berdasarkan laporan keuangan proforma per 31 Desember 2025, total aset LPKR tercatat Rp49,19 triliun setelah transaksi. Angka ini turun sedikit dari posisi audit sebesar Rp49,24 triliun.

Sementara itu, laba tahun berjalan pada laporan proforma menunjukkan peningkatan. Laba perseroan naik menjadi Rp577,28 miliar dari sebelumnya Rp572,54 miliar pada laporan audit.

Manajemen meyakini transaksi ini memberikan manfaat optimal bagi pemegang saham. Efisiensi operasional diharapkan meningkat seiring dengan penyelarasan portofolio bisnis perusahaan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

PP Persero Raih Kontrak Baru Rp3,87 Triliun hingga Februari 2026, Naik 32,96%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT PP (Persero) Tbk (PTPP), perusahaan...

Turun 0,29%, IHSG Sesi I ke 6.969,159 Dipicu Saham BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, UNVR dan ASII

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Obligasi Berwawasan Lingkungan Ratusan Miliar Dilunasi, PEFINDO Tarik Peringkat Bank Mandiri

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) melakukan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru