STOCKWATCH.ID (TOKYO) Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas menguat pada penutupan perdagangan Kamis (21/5/2026). Investor menyambut optimistis prospek perdamaian di Timur Tengah.
Mengutip CNBC International, sentimen segar ini berembus setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pernyataan penting. Trump menyebut Washington kini berada dalam “tahap akhir” negosiasi dengan Iran.
Pernyataan tersebut langsung mengangkat optimisme pelaku pasar. Sentimen positif ini meredakan kekhawatiran global setelah sebelumnya pemerintah Trump memblokade pelabuhan Iran dan Teheran menutup Selat Hormuz.
Gairah di berbagai bursa utama Asia juga mengekor keuntungan yang diraih Wall Street pada sesi sebelumnya. Indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan bursa regional dengan lonjakan 8,42% ke level 7.815,59. Sementara itu, indeks Kosdaq yang mencakup saham kapitalisasi kecil melonjak 4,7% ke posisi 1.105,97.
Lonjakan bursa Seoul ditopang oleh saham raksasa teknologi Samsung Electronics yang melesat lebih dari 8,5%. Rencana aksi mogok 47.000 pekerja berhasil dibatalkan setelah kesepakatan upah tercapai. Saham SK Hynix ikut melonjak hingga 11,2%.
Global Strategist dan Head of Global Investment Department Yuanta Securities (Korea) Daniel Yoo memberikan proyeksi pasar dalam acara “Squawk Box Asia” di CNBC.
“Saya memperkirakan Kospi akan mencapai 10.000 pada akhir tahun,” kata Yoo.
Di sisi lain, Kementerian Keuangan Korea Selatan merilis kebijakan baru terkait pasar finansial. Perdagangan spot dolar-won selama 24 jam akan resmi dimulai pada 6 Juli untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Bursa Jepang juga mencatatkan kinerja cemerlang. Indeks Nikkei 225 ditutup melesat 3,14% di posisi 61.684,14. Penguatan ini didorong oleh data ekspor April yang tumbuh 14,8% secara tahunan, mencatat pertumbuhan tercepat tahun ini akibat tingginya pengiriman semikonduktor. Data impor Jepang juga tumbuh 9,7%, melampaui ekspektasi pasar.
Saham SoftBank Group menjadi bintang lapangan dengan lonjakan hampir 20%. Keuntungan masif ini dipicu oleh laporan pendapatan luar biasa dari Nvidia semalam yang memperkuat momentum teknologi kecerdasan buatan (AI).
Bursa Australia ikut mendarat di zona hijau. Indeks S&P/ASX 200 ditutup naik 1,47% ke level 8.621,70.
Sebaliknya, pasar saham China terpeleset ke zona merah setelah sempat menguat di awal sesi. Indeks CSI 300 merosot 1,39% ke level 4.783,1, sedangkan indeks Shanghai turun 2,04% ke posisi 4.077,27. Indeks Hang Seng Hong Kong juga turun 1,15% pada jam terakhir perdagangan.

