STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak menguat tajam pada penutupan perdagangan Rabu (08/04/2026). Investor menyambut gembira keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menangguhkan serangan terhadap infrastruktur Iran. Kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu ini memicu reli besar di pasar finansial.
Mengutip CNBC International, Trump mengumumkan langkah tersebut melalui akun Truth Social miliknya. Penangguhan serangan ini memiliki syarat khusus bagi Iran. Iran harus menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara penuh dan aman dalam waktu segera.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi memberikan respons positif melalui unggahan di media sosial X. Ia mewakili Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Araghchi menyatakan angkatan bersenjata Teheran akan menghentikan operasi pertahanan mereka.
Araghchi juga menjamin keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Hal ini akan dikoordinasikan dengan angkatan bersenjata Iran selama dua minggu ke depan. Kabar damai ini langsung membuat harga minyak mentah dunia jatuh dari level tertingginya.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) anjlok lebih dari 16% ke level 94,71 USD per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent merosot lebih dari 14,9% menjadi 93 USD per barel. Penurunan biaya energi ini menjadi katalis utama kenaikan bursa saham.
Bursa Korea Selatan memimpin penguatan di Asia hari ini. Indeks Kospi melonjak hampir 7% dan ditutup pada level 5.872,34. Indeks Kosdaq yang berisi saham-saham kapitalisasi kecil juga naik 5,12% ke posisi 1.089,85.
Indeks Nikkei 225 di Jepang melonjak 5,39% ke level 56.308,42. Indeks Topix juga menguat 3,32% ke posisi 3.775,3. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik 2,55% menjadi 8.951,8.
Josh Rubin, Portfolio Manager di Thornburg Investments, memberikan analisanya mengenai situasi pasar. Ia melihat penurunan harga energi sebagai sinyal positif bagi kebijakan moneter.
“Untuk waktu yang lebih lama, harga energi ditakdirkan menjadi cukup inflasiner di seluruh dunia. Dan jika sekarang ada sedikit keyakinan atau visibilitas harga energi dapat turun kembali, itu lebih baik bagi inflasi, lebih baik bagi prospek pemotongan bank sentral dan seterusnya,” ujar Rubin.
Di China daratan, indeks CSI 300 berakhir 3,49% lebih tinggi. Indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 2,95% setelah kembali aktif pasca libur. Indeks Nifty 50 di India juga ikut terangkat 3,65%.
