Harga Melambung Tinggi Secara Drastis, BEI Gembok Saham Emiten Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS). Langkah tegas ini mulai berlaku sejak sesi I perdagangan Kamis, 9 April 2026. Kebijakan tersebut diambil menyusul kenaikan harga saham yang sangat drastis dalam waktu singkat.

Pande Made Kusuma Ari A., Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, memberikan penjelasannya. Otoritas bursa memandang perlu melakukan tindakan ini untuk menjaga kestabilan pasar. Penghentian perdagangan dilakukan di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai.

Kenaikan harga kumulatif yang signifikan pada saham YPAS menjadi alasan utama di balik keputusan ini. BEI berkomitmen memberikan perlindungan bagi para investor dari fluktuasi harga yang ekstrem. Suspensi ini akan berlangsung hingga pengumuman bursa lebih lanjut.

Pande Made Kusuma Ari A. menekankan pentingnya transparansi informasi dalam kondisi ini. “Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Rabu (8/4).

Pihak otoritas bursa akan terus memantau perkembangan emiten tersebut. Para pelaku pasar diharapkan tetap waspada dan berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kerugian akibat pergerakan harga yang tidak wajar.

Harga Saham YPAS

Berdasarkan data perdagangan pada Rabu (8/4), saham YPAS ditutup pada level Rp1.735 per lembar. Harga tersebut naik tipis 0,29% atau 5 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp1.730 per lembar. Kapitalisasi pasar YPAS kini mencapai Rp1,15 triliun.

Pada perdagangan terakhir sebelum disuspensi, saham YPAS sempat melonjak hingga menyentuh harga tertinggi Rp1.985 per lembar. Adapun harga terendahnya berada di posisi Rp1.475 per lembar. Volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 914.900 lembar.

Pergerakan saham YPAS sepanjang tahun 2026 memang sangat fluktuatif. Pada 2 Februari 2026, harga saham ini sempat terpuruk di level terendah Rp490 per lembar. Namun, dalam kurun waktu singkat, harganya melesat hingga mencapai level tertinggi tahun berjalan di angka Rp1.735 per lembar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Komisaris Jaya Swarasa (TAYS) Jual 2,28% Saham Perusahaan, Dapat Cuan Segini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Anwar Tay, Komisaris sekaligus pemegang saham pengendali...

Prospek Stabil, PEFINDO Pertegas Peringkat idAA- untuk Medco Energi (MEDC) dan Surat Utang

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PEFINDO menegaskan peringkat idAA- dengan prospek...

Bank Permata (BNLI) Tebar Dividen Tunai Rp35 per Saham, Catat Tanggalnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Permata Tbk (BNLI) akan membagikan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru