Harapan Damai AS-Iran Bersemi, Bursa Saham Eropa Kompak Parkir di Zona Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (14/4/2026) waktu setempat. Investor merespons positif harapan kembalinya perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Optimisme ini muncul meski blokade pelabuhan Iran mulai diberlakukan.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,99% ke posisi 619,95. Seluruh bursa utama di kawasan tersebut parkir di zona hijau. Indeks CAC 40 Prancis meningkat 1,12% ke level 8.327,86. FTSE MIB Italia melonjak 1,36% ke posisi 48.175,65.

Indeks FTSE 100 Inggris menguat tipis 0,25% ke level 10.609,06. DAX Jerman tumbuh 1,27% ke posisi 24.044,22. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol melesat 1,46% ke level 18.286,10.

Sentimen pasar membaik meski militer AS mulai memblokade pelabuhan Iran pada hari Senin. Langkah tersebut awalnya memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak global. Namun, harga minyak justru turun karena muncul sinyal perundingan damai tetap berlanjut.

Harga minyak mentah Brent merosot 4,2% menjadi USD 95,15 per barel. Minyak West Texas Intermediate (WTI) AS juga turun 6,7% ke posisi USD 92,45.

Wakil Presiden AS JD Vance memberikan pernyataan terkait situasi tersebut. Ia menyebut upaya perdamaian kini bergantung pada pihak Teheran. Laporan Reuters menyebutkan pembicaraan kemungkinan akan dilanjutkan di Islamabad pada pekan ini.

Presiden Donald Trump mengeklaim pihak lawan telah menghubungi Amerika Serikat. Menurutnya, Iran menunjukkan keinginan kuat untuk berdialog.

“Mereka ingin membuat kesepakatan dengan sangat mendesak,” ujar Trump.

Trump juga menjelaskan tujuan dari blokade pelabuhan tersebut. Ia membenarkan langkah ini diambil untuk mendesak pembukaan Selat Hormuz sekaligus membawa Iran kembali bernegosiasi.

“Tentu saja kedua hal itu, dan masih banyak lagi,” tegas Trump.

Di sisi lain, China mengkritik keras tindakan blokade oleh Amerika Serikat. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyebut langkah tersebut sangat berbahaya.

“Langkah tersebut, ditambah dengan peningkatan pengerahan militer AS, berisiko merusak situasi gencatan senjata yang sudah rapuh,” ungkap juru bicara tersebut.

Dari sektor korporasi, saham Novo Nordisk naik 2,3%. Perusahaan mengumumkan kemitraan dengan OpenAI untuk mempercepat penemuan obat melalui analisis data berbasis AI. Kemitraan ini bertujuan memperpendek waktu penelitian hingga obat sampai ke tangan pasien.

Saham peritel barang mewah LVMH berakhir stabil meski sempat tertekan. Hasil laporan keuangan kuartalan mereka sebelumnya tercatat di bawah ekspektasi pasar. Investor juga terus memantau rilis kinerja keuangan dari Kering, Givaudan, Sika, dan Publicis Groupe.

Penguatan bursa Eropa ini sejalan dengan tren positif di pasar global. Bursa Asia-Pasifik dan Wall Street di Amerika Serikat juga mencatatkan kenaikan pada periode yang sama.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street ‘Bullish’ 2 Hari Beruntun: Harapan Damai AS-Iran Kerek Nasdaq 1,96%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Harapan Damai AS-Iran Masih Ada, Bursa Saham Asia Mayoritas Melaju di Jalur Hijau

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas...

Prabowo-Putin Perkuat Kemitraan Strategis, Fokus Sektor Ekonomi dan Energi

STOCKWATCH.ID (MOSKOW) –  Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru