Bursa Asia Tertekan Sikap Hati-Hati Investor Merespons Gencatan Senjata Timur Tengah

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas tertekan pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026). Sikap optimisme yang hati-hati terkait konflik Timur Tengah membayangi pergerakan pasar.

Mengutip CNBC International, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut ketegangan di kawasan tersebut mulai mereda. Trump mengonfirmasi Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari. Ia juga mengisyaratkan adanya kemajuan dalam pembicaraan damai meskipun garis waktu pastinya belum jelas.

Trump memberikan pernyataan terkait berakhirnya konflik tersebut. Ia memprediksi perang di Iran “seharusnya berakhir segera”.

Selain itu, Trump mengungkapkan rencana pertemuan lanjutan antara AS dan Iran. Pertemuan tatap muka tersebut dijadwalkan berlangsung “mungkin, mungkin saja, akhir pekan depan”.

Indeks Nikkei 225 Jepang memimpin pelemahan dengan turun 1,75% ke level 58.475,90. Penurunan ini terjadi karena aksi ambil untung investor setelah indeks mencapai rekor tertinggi pada hari sebelumnya. Indeks Topix juga merosot 1,41% ke posisi 3.760,81.

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama memberikan perhatian khusus pada kondisi pasar saat ini. Ia mencatat fluktuasi harga komoditas berdampak pada mata uang. Katayama menyebut “volatilitas pasar minyak memengaruhi pasar valuta asing.”

Di sisi lain, Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda menekankan pentingnya mempertimbangkan suku bunga riil yang rendah dalam penetapan kebijakan. Pemerintah Jepang juga menyiapkan dana investasi hingga 600 miliar yen atau setara USD 3,8 miliar. Dana ini bertujuan membantu negara-negara Asia mengamankan pasokan energi.

Bursa Korea Selatan juga berakhir di zona merah. Indeks Kospi turun 0,55% ke level 6.191,92. Namun, indeks Kosdaq yang berfokus pada saham kapitalisasi kecil justru naik 0,61% ke posisi 1.170,04.

Pasar saham China dan Hong Kong ikut mengalami koreksi. Indeks Shanghai Composite turun tipis 0,10% menjadi 4.051,42. Indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 0,89% ke level 26.160,33 pada jam terakhir perdagangan.

Di tengah pelemahan pasar Hong Kong, saham Manycore Tech mencatatkan debut gemilang. Saham pengembang asal Hangzhou ini melonjak tiga kali lipat saat pembukaan. Perusahaan meraih dana segar USD 156 juta dari pencatatan perdana saham tersebut.

Bursa Australia mengalami penurunan tipis. Indeks S&P/ASX 200 melemah 0,09% dan ditutup pada level 8.946,90. Sementara itu, indeks Nifty 50 di India menjadi anomali dengan menguat 0,65% ke posisi 24.353,55.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bursa Saham Eropa Melaju Kencang, Sektor Perjalanan Pimpin Penguatan

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Bensin Tembus USD 4 Imbas Perang AS-Iran, Bisnis Hiburan Amerika Terpukul Telak

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Perang antara Amerika Serikat (AS)...

Iran Tutup Kembali Selat Hormuz, Pasokan Minyak Global Terancam

STOCKWATCH.ID (TEHERAN) – Pemerintah Iran kembali menutup Selat Hormuz...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru