Perkuat Modal untuk Ekspansi dan Akuisisi, COCO Berencana Rights Issue Jumbo 75%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) berencana melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III atau right issue. Perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 10.678.367.772 saham baru.

Jumlah tersebut setara 75% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh. Langkah strategis ini bertujuan memperbaiki struktur permodalan dan keuangan perusahaan. Perseroan menargetkan peningkatan leverage yang sehat serta memperkuat kapasitas pembiayaan ekspansi berkelanjutan.

Dana hasil aksi korporasi ini bakal digunakan untuk mencari peluang akuisisi yang selektif. Hal ini dilakukan guna mengurangi ketergantungan pada lini bisnis tunggal. Penguatan ekuitas diharapkan mampu meningkatkan kapasitas perseroan dalam menangkap peluang pasar dan memperluas portofolio bisnis.

Seiring rencana tersebut, COCO meningkatkan modal dasar dari semula Rp400 miliar menjadi Rp3 triliun. Peningkatan signifikan ini merupakan langkah antisipatif mendukung fleksibilitas pendanaan jangka panjang. Perseroan mengidentifikasi kebutuhan dana untuk penguatan modal kerja, belanja modal (capital expenditure), hingga diversifikasi kegiatan usaha.

“Tujuan utama dari PMHMETD adalah untuk memperbaiki struktur permodalan dan keuangan Perseroan sehingga dapat meningkatkan leverage yang sehat,” tulis manajemen COCO dalam penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia, dikutip Senin (5/5/2026).

Emiten produsen cokelat ini juga akan menerbitkan maksimal 1.186.485.308 Waran Seri I. Jumlah ini setara 33,33% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Setiap pemegang 9 saham baru hasil pelaksanaan HMETD berhak mendapatkan 1 Waran Seri I.

Penerbitan waran merupakan bagian dari strategi pendanaan berkelanjutan untuk meningkatkan daya tarik investasi. Instrumen ini memberikan potensi tambahan modal di masa mendatang tanpa beban bunga. Dana dari pelaksanaan waran akan dialokasikan untuk mendukung ekspansi usaha dan peningkatan kapasitas produksi.

Terkait potensi dilusi sebesar 75%, manajemen menyebut hal tersebut sebagai kebutuhan untuk memastikan kecukupan pendanaan strategis. Perseroan tetap berkomitmen menjaga porsi saham publik (free float) sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

Perseroan menilai dampak terhadap rasio keuangan seperti Earnings Per Share (EPS) dan Return on Equity (ROE) akan positif. Hal ini dipicu oleh penurunan tingkat leverage dan peningkatan kinerja operasional di masa depan.

Guna menjaga kestabilan finansial, COCO melakukan mitigasi melalui perencanaan arus kas yang cermat. Pengelolaan liabilitas dilakukan secara optimal untuk memastikan rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) tetap dalam batas wajar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Uji Resistance 7.120 di Tengah Tekanan Rupiah, Cek Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Hari Ini!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

Perkuat Struktur Modal, MDKA Bakal Private Placement 2,44 Miliar Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)...

Pacu Efisiensi Operasional, BREN Gelar Transaksi Afiliasi Rp17,22 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru