STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (5/5/2026) waktu setempat. Pergerakan ini mengikuti respon investor terhadap perkembangan terbaru perang Iran. Sentimen pasar dipengaruhi kondisi geopolitik Timur Tengah yang terus memanas.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,70% ke posisi 609,72. Hampir semua sektor dan bursa utama di kawasan tersebut berada di zona hijau. Indeks CAC 40 Perancis naik 1,08% ke level 8.062,31. FTSE MIB Italia melonjak 2,27% ke posisi 48.557,50.
Indeks FTSE 100 Inggris justru melemah 1,40% ke level 10.219,11. DAX Jerman tumbuh 1,71% ke posisi 24.401,70. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat 1,80% ke level 17.667,70.
Pasar global sempat terguncang setelah gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terancam runtuh. Uni Emirat Arab (UEA) mendapat serangan drone dan rudal Iran. AS juga melaporkan penenggelaman kapal-kapal Iran di Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada pihak Iran. Ia mengancam akan bertindak tegas jika kapal-kapal AS menjadi sasaran. Trump menyoroti pentingnya keamanan kapal komersial yang melintasi jalur tersebut.
“Iran akan dihapus dari muka bumi jika menargetkan kapal-kapal AS,” ujar Trump.
Trump melalui unggahan di media sosial juga menyebut kapal kargo Korea Selatan menjadi sasaran tembak Iran. Ia mengajak keterlibatan sekutu lain dalam misi pengamanan tersebut. “Mungkin sudah waktunya Korea Selatan datang dan bergabung dalam misi ini!” tulisnya.
Indeks pasar modal sempat ditutup turun tajam pada awal pekan akibat kekhawatiran resesi global. Namun, harga minyak mulai menunjukkan penurunan pada perdagangan semalam. Kondisi ini sedikit memberikan ruang napas bagi bursa saham.
Di sisi korporasi, Vodafone setuju mengambil alih penuh kepemilikan VodafoneThree. Perusahaan membeli saham milik konglomerat Hong Kong, CK Hutchinson. Kesepakatan ini bernilai 4,3 miliar poundsterling atau sekitar 5,81 miliar USD.
Langkah ini menjadikan Vodafone pemilik tunggal operator seluler terbesar di Inggris. Meski demikian, saham Vodafone ditutup turun 2,2%. Investor masih mencerna dampak jangka panjang dari akuisisi besar tersebut.
Bank asal Italia, UniCredit, mencatatkan laba bersih kuartal pertama sebesar 3,2 miliar euro atau 3,74 miliar USD. Perolehan ini tumbuh 16,1% secara tahunan. Capaian tersebut melampaui estimasi para analis.
Saham UniCredit di bursa Milan berakhir melonjak hampir 5,9%. Bank ini juga menaikkan target laba bersih setidaknya 11 miliar euro untuk tahun 2026. Sementara itu, saham perusahaan pertahanan Jerman Rheinmetall naik 3,4% usai rilis pendapatan kuartalan.
Saham perbankan lain juga menjadi sorotan para pelaku pasar. HSBC melaporkan laba sebelum pajak kuartal pertama sebesar 9,4 miliar USD. Angka ini sedikit di bawah perkiraan para analis di pasar modal.
