S&P 500 Cetak Rekor, Futures Saham AS Stagnan Pantau Krisis Iran

STOCKWATCH.ID, New York –Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat (AS) bergerak datar pada perdagangan Rabu malam (6/5/2026) waktu setempat. Para pelaku pasar kini memantau ketat perkembangan situasi diplomatik antara AS dan Iran.

Mengutip CNBC, pergerakan stagnan ini terjadi setelah indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite menyentuh rekor tertinggi baru pada sesi reguler. Optimisme pasar sempat melambung seiring harapan kesepakatan damai untuk mengakhiri perang.

Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 tercatat turun tipis sekitar 0,1%. Sementara itu, indeks berjangka yang terikat pada Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 26 poin atau kurang dari 0,1%.

Pada perdagangan reguler sebelumnya, S&P 500 melonjak 1,46%. Indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi juga melesat 2,02%. Kedua indeks ini mencapai level tertinggi sepanjang masa, baik secara harian maupun penutupan. Indeks Dow Jones turut melonjak 612,34 poin atau setara 1,24%.

Harga saham melonjak dan harga minyak mendingin setelah laporan Axios menyebut AS dan Iran mendekati kesepakatan. Gedung Putih meyakini nota kesepahaman 14 poin segera tercapai untuk mengakhiri perang sekaligus membangun kerangka pembicaraan nuklir.

Namun, bursa saham sedikit goyah setelah Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan terbaru. Ia menegaskan kesepakatan tersebut belum bersifat final.

Presiden Donald Trump menilai asumsi Iran bakal menerima usulan tersebut mungkin terlalu berlebihan. Ia mengancam akan melanjutkan serangan militer jika Iran tidak patuh.

“Jika mereka tidak setuju, pemboman dimulai. Tingkat dan intensitasnya akan jauh lebih tinggi dari sebelumnya,” tulis Presiden Donald Trump dalam unggahan di media sosial Truth Social.

Juru bicara kementerian luar negeri Iran mengatakan kepada CNBC, pihaknya sedang mengevaluasi usulan resolusi dari AS tersebut.

Selain faktor geopolitik Timur Tengah, musim laporan laba yang kuat turut mendorong bursa saham. Pendiri Patient Capital Management, Samantha McLemore, memperkirakan reli pasar akan terus berlanjut.

“Ini adalah pasar bull sekuler,” ujar Samantha McLemore.

Menurut Samantha McLemore, pergerakan pasar sejauh ini masih mengikuti jalur pertumbuhan laba perusahaan. Hal tersebut menjaga valuasi pasar tetap terkendali meskipun sudah menguat dalam setahun terakhir.

Dari sektor korporasi, saham DoorDash melonjak 12% pada sesi perdagangan tambahan. Perusahaan pengiriman makanan ini mengeluarkan panduan pesanan kuartal kedua yang sangat positif.

Saham keamanan siber Fortinet juga melonjak 16%. Perusahaan ini menaikkan panduan tagihan tahunan mereka.

Para investor kini menanti laporan keuangan dari sejumlah emiten besar seperti McDonald’s, Shake Shack, Shell, hingga Tapestry. Selain itu, pasar akan mencermati data pengeluaran konstruksi, klaim tunjangan pengangguran, serta indeks produktivitas kuartal pertama.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harapan Damai AS-Iran Muncul, Wall Street Kompak Cetak Rekor Baru

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Trump Ancam Bom Iran Lebih Dahsyat Jika Kesepakatan Damai Gagal

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald...

Sinyal Damai Timur Tengah Berhembus, Bursa Saham Eropa Kompak Melaju Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru