STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan signifikan sepanjang tahun buku 2025. Emiten tambang emas ini membukukan laba bersih sebesar USD 103 juta. Perolehan tersebut melesat 884% dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 10 juta.
Pertumbuhan laba bersih ini sejalan dengan kenaikan pendapatan Perseroan. Sepanjang 2025, ARCI meraup pendapatan sebesar USD 496 juta atau tumbuh 72% secara tahunan (YoY). Nilai EBITDA juga ikut terkerek naik 194% menjadi USD 231 juta.
Dari sisi operasional, ARCI memproduksi 122 ribu ons emas pada 2025. Volume produksi ini meningkat 31% dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata kadar emas (grade) yang dihasilkan mencapai 1,18 g/t.
Kinerja positif tersebut didorong oleh dimulainya kembali produksi di Pit Araren. Selain itu, Pit Marawuwung juga mulai memberikan kontribusi produksi sejak awal tahun 2025. Perseroan mencatatkan volume penjualan emas sebanyak 124 ribu ons dengan harga jual rata-rata USD 3.528 per ons.
Direktur Utama PT Archi Indonesia Tbk, Rudy Suhendra, menyatakan pencapaian ini merupakan hasil dari kedisiplinan perusahaan.
“Kinerja tahun 2025 mencerminkan komitmen Perseroan dalam meningkatkan kegiatan operasi secara berkelanjutan,” ujarnya dalam Paparan Publik usai RUPST di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Menatap tahun 2026, salah satu produsen emas terbesar di Asia Tenggara ini mematok target optimistis. ARCI membidik pertumbuhan produksi emas minimal sebesar 15%. Untuk mencapai target tersebut, Perseroan memulai tahap konstruksi peningkatan kapasitas pabrik pengolahan.
Kapasitas pabrik akan ditingkatkan dari 4 juta ton menjadi 6 juta ton per tahun. Proyek ini bertujuan meningkatkan produksi emas sekaligus mengoptimalkan nilai aset di masa depan. ARCI juga terus mengembangkan tambang bawah tanah Kopra yang kini sudah mencapai panjang 1,2 kilometer.
Kegiatan eksplorasi terus ditingkatkan dengan total pengeboran mencapai 85.893 meter. Perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar USD 9,3 juta khusus untuk eksplorasi. Hasilnya, ARCI menemukan mineralisasi kadar tinggi antara 5 hingga 27 g/t Au.
Di sisi diversifikasi bisnis, anak usaha Perseroan, PT Toka Tindung Geothermal (TTG), telah memperoleh izin panas bumi pada Juni 2025. Proyek ini resmi ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan portofolio energi berkelanjutan milik ARCI.
Pada sektor hilir, unit bisnis emas batangan melalui Lotus Archi juga menunjukkan taringnya. Lotus Archi resmi menjalin kemitraan dengan FIFA untuk ajang World Cup 2025. Saat ini, ARCI memegang konsesi lahan seluas 39.817 hektare di Sulawesi Utara melalui Kontrak Karya yang berlaku hingga 2041.
Dividen
Sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang saham, Perseroan membagikan dividen sebesar AS$60 juta atau setara Rp1,02 triliun. Nilai tersebut setara 58,5% dari laba tahun berjalan.
Dividen terdiri atas dividen interim sebesar AS$30 juta atau setara Rp499,8 miliar yang telah dibagikan pada 16 Desember 2025. Selain itu, Perseroan juga membagikan dividen final sebesar AS$30 juta atau setara Rp522,2 miliar. Dividen final tersebut akan didistribusikan secara proporsional kepada pemegang saham pada Juni 2026.
