spot_img

Divestasi 20 Juta Lembar Saham WINR, Pengendali Tetap Kuasai  59,17%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Pemenang Nusantara International, pemegang saham  pengendali PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) mengurangi porsi kepemilikan dengan menjual sebanyak 20.000.000 unit (0,39%)  saham  emiten pengembang properti dan manajemen properti  tersebut pada 22 Mei 2026.

Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham  yang disampaikan Manajemen ke BEI, Kamis 28 Mei 2026, Pemenang Nusantara International menjual saham  WINR pada harga Rp24 per unit sehingga cuan Rp480 juta.

Tujuan transaksi adalah divestasi  dengan status kepemilikan saham langsung. Kendati menjual sebagian sahamnya, Perusahaan tersebut tetap menjadi pengendali WINR  dengan  porsi kepemilikan atau suara sebesar 59,17% saham.

Pasca penjualan saham  tersebut, kepemilikan Pemenang Nusantara International, atas WINR berkurang atau  turun menjadi 3.097.929.000 unit atau setara 59,17% dari sebelumnya sebanyak 3.117.929.000 atau 59,56% saham.

Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa  26 Mei 2026, saham  WINR tercatat stagnan di level Rp26 per unit. Selama periode sepekan, saham WINR telah turun sebesar 7,14%. Sementara jika dibandingkan antara harga 24 Mei 2026 sebesar Rp34 terhadap penutupan, Selasa 26 Mei 2026, maka harga saham emiten pengembang properti  tersebut merosot sebesar 23,52%.

PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) adalah perusahaan induk dari Winner Group, pengembang properti yang didirikan pada 2007 di Batam. Perusahaan memiliki 8 anak perusahaan seperti PT Gosyen Indo Asia, PT Wijaya Nusantara Internasional, PT Kaliban Bangun Indonesia, dan PT Angkasa Pura Sanjaya.

Beberapa portofolio perusahaan adalah Winner Sweet Home Residential, Winner Flower House Residential, Winner Mangrove Millennium Villa Resort House, dll. Pada tahun 2019, perusahaan memperluas bisnis ke tingkat nasional dengan mengembangkan area seluas 125 hektare di Bogor yang disebut Central Business District Cibinong New City, dan juga ke kota-kota lainnya. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Rebalancing MSCI 1 Juni: Hans Kwee Sebut Jadi Titik Balik IHSG dan Peluang Koleksi Saham Fundamental

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pasar saham Indonesia berpotensi menghadapi volatilitas...

Investor TAYS Bertambah Usai Koreksi Free Float, Anwar Tay Jadi Pemilik Manfaat Akhir

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS)...

Invesco Funds Lepas 4,37 Juta Saham SMGR, Porsi Kepemilikan Susut di Bawah 7%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Invesco Funds terpantau melakukan aksi jual...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru