STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Singaraja Putra Tbk (SINI) akan melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau rights issue. Dari aksi korporasi ini, Perseroan berpotensi menghimpun dana segar mencapai Rp3,61 triliun. Perseroan telah menyampaikan prospektus yang telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 13 Juli 2026.
Berdasarkan prospektus, SINI akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 721,5 juta saham baru. Itu setara dengan 60,00% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp5.000 per saham. Dengan demikian, dana maksimal yang dapat diperoleh perseroan mencapai Rp3,607 triliun.
Setiap pemegang 2 saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 10 Juli 2026 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh 3 HMETD. Setiap 1 HMETD memberikan hak untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp5.000 per saham.
Perseroan menegaskan pelaksanaan PMHMETD I tidak mengakibatkan perubahan pengendali. Namun, pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimal 60,00%.
Dalam aksi korporasi ini, PT Petrosea Tbk (PTRO) ditunjuk sebagai pembeli siaga utama. Sementara PT Henan Putihrai Sekuritas (HPS) dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) bertindak sebagai pembeli siaga lainnya.
PTRO menyatakan siap melaksanakan HMETD miliknya, menerima pengalihan HMETD dari PT Kreasi Jasa Persada (KJP), serta membeli sisa saham yang tidak terserap hingga maksimal 116,18 juta saham baru senilai Rp580,90 miliar. Total potensi kepemilikan saham baru PTRO dalam rights issue ini mencapai 260,41 juta saham dengan nilai pelaksanaan Rp1,30 triliun.
Perseroan juga mengungkapkan sejumlah pemegang saham akan mengalihkan sebagian atau seluruh HMETD miliknya. PT Autum Prima Indonesia (API), pemegang saham utama dengan kepemilikan 30,00%, akan melaksanakan 60 juta HMETD senilai Rp300 miliar dan mengalihkan sebagian haknya kepada PT Deli Indonesia Raya (DIR), HPS dan TRIM.
Sementara Batubara Development Pte. Ltd. (BBD) dan Hapsoro menyatakan tidak akan melaksanakan seluruh haknya dan mengalihkan HMETD kepada sejumlah pihak, termasuk Ever Grace International Trading Limited, DIR dan TRIM.
Adapun jadwal pelaksanaan rights issue menetapkan tanggal cum HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 8 Juli 2026, ex HMETD pada 9 Juli 2026, serta periode perdagangan HMETD berlangsung pada 14-20 Juli 2026. Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD ditetapkan pada 20 Juli 2026.
Amir Antolis, Direktur Utama SINI, menandatangani dokumen prospektus tersebut di Bekasi. “Seluruh dana hasil PMHMETD I ini, setelah dikurangi dengan biaya emisi akan digunakan untuk mengambil alih saham PT Kemilau Mulia Sakti, pembayaran lebih awal utang, pemberian pinjaman ke anak usaha, dan modal kerja,” tulis Amir dalam keterbukaan informasi, Senin (13/7/2026).
Rights issue ini merupakan bagian dari langkah perseroan dalam memperkuat struktur permodalan melalui penerbitan saham baru yang seluruhnya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berikut jadwal pelaksanaan rights issue SINI:
– Tanggal Efektif: 30 Juni 2026.
– Cum HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi: 8 Juli 2026.
– Cum HMETD di Pasar Tunai: 10 Juli 2026.
– Recording Date: 10 Juli 2026.
– Periode Perdagangan dan Pelaksanaan HMETD: 14 – 20 Juli 2026.
– Pencatatan Saham Baru di BEI: 14 Juli 2026.
– Penjatahan Pemesanan Saham Tambahan: 22 Juli 2026.
– Pembayaran Penuh oleh Pembeli Siaga: 23 Juli 2026.

