STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) memutuskan membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp50 miliar atau setara 2,97% dari laba bersih tahun 2025. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Pembagian dividen dilakukan setelah PALM membukukan laba bersih sebesar Rp1,85 triliun sepanjang 2025. Angka itu meningkat 193% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan laba ditopang keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek ekuitas senilai Rp2,23 triliun. Total aset perusahaan juga naik 17% menjadi Rp9,19 triliun pada 2025 dari Rp7,87 triliun pada 2024.
Presiden Direktur PT Provident Investasi Bersama Tbk, Tri Boewono mengatakan, pembagian dividen menjadi cerminan kinerja tim investasi perusahaan yang mampu mengoptimalkan berbagai peluang investasi.
“Pembagian dividen untuk tahun buku 2025 yang diputuskan RUPST hari ini menjadi salah satu bukti kinerja tim investasi kami yang sangat baik. Kami akan terus mendorong kapasitas dan kualitas SDM PALM untuk memastikan bahwa setiap investasi yang dilakukan Perusahaan mampu tumbuh positif secara berkelanjutan,” ujar Tri dalam Public Expose usai RUPST di Jakarta, dikutip Rabu (17/6/2026).
Menurut Tri, kinerja positif perusahaan menunjukkan kualitas sumber daya manusia PALM dalam menjalankan strategi investasi secara prudent, terukur, dan adaptif.
Ia menambahkan, perusahaan masih berada dalam fase ekspansi portofolio. Karena itu, selain membagikan dividen, PALM mempertahankan sebagian besar laba untuk memperkuat kapasitas investasi.
Fokus investasi PALM saat ini berada pada tiga sektor utama, yakni sumber daya alam, teknologi media dan telekomunikasi, serta logistik.
“Tiga sektor tersebut memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang sangat baik dan menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kami berharap setiap investasi PALM juga mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Tri.
Memasuki 2026, kinerja PALM terus berlanjut positif. Pada kuartal I-2026, perusahaan membukukan laba periode berjalan sebesar Rp2,32 triliun, meningkat 263,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek ekuitas lainnya melonjak 287,2% menjadi Rp2,44 triliun. Sementara total aset meningkat 25,6% menjadi Rp11,55 triliun dari Rp9,19 triliun.
Direktur PALM, Ellen Kartika mengatakan, capaian tersebut menunjukkan konsistensi strategi investasi aktif yang dijalankan perusahaan.
“Kinerja 2025 dan kuartal I/2026 membuktikan bahwa strategi investasi aktif yang kami jalankan memberikan hasil yang konsisten. Kami membangun portofolio di sektor-sektor dengan fundamental kuat dan prospek pertumbuhan jangka panjang,” ujar Ellen.
Ellen mengungkapkan, salah satu faktor yang mendukung kinerja PALM adalah keberhasilan divestasi saham PT Mega Manunggal Property Tbk pada September 2025 melalui entitas anak PT Suwarna Arta Mandiri.
Transaksi tersebut menghasilkan keuntungan besar dari selisih harga beli dan harga jual saham. Dana hasil divestasi juga digunakan untuk mempercepat pembayaran utang, memperkuat struktur keuangan, serta merestrukturisasi portofolio investasi perusahaan.
Di tengah dinamika geopolitik global dan volatilitas pasar keuangan, PALM menerapkan pengelolaan portofolio secara aktif dan adaptif. Salah satu investasi utama perusahaan berada pada saham PT Merdeka Copper Gold Tbk dan PT Merdeka Battery Materials Tbk.
Per 31 Maret 2026, PALM memiliki 1,34 miliar saham PT Merdeka Copper Gold Tbk dengan nilai wajar investasi mencapai Rp4,20 triliun. PALM memperoleh saham tersebut pada harga rata-rata Rp512,53 per saham. Sementara nilai wajarnya saat ini mencerminkan harga pasar Rp3.140 per saham.
Investasi PALM pada saham PT Merdeka Copper Gold Tbk telah meningkat 512,65% atau tumbuh lebih dari lima kali lipat dibandingkan modal awal.
“Dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, aset dengan karakteristik defensif dan memiliki fundamental kuat menjadi semakin menarik. MDKA merupakan salah satu contoh investasi yang kami nilai memiliki posisi strategis karena didukung eksposur terhadap komoditas emas yang saat ini menunjukkan tren positif,” tutur Ellen.

