STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja intermediasi industri perbankan nasional masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat hingga Mei 2026. Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit sama-sama mencatatkan pertumbuhan dua digit secara tahunan atau year on year (yoy).
Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Doddy Zulverdi, mengatakan DPK perbankan pada Mei 2026 tumbuh 13,47% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Pada Mei 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tercatat tumbuh sebesar 13,47% (yoy), diikuti penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 11,51% (yoy),” kata Doddy, dikutip Kamis (25/6/2026).
Pertumbuhan DPK rupiah tercatat lebih tinggi dibandingkan DPK valuta asing. DPK rupiah tumbuh 12,37% (yoy), sedangkan DPK valuta asing meningkat 8,91% dalam denominasi dolar Amerika Serikat.
Menurut Doddy, perkembangan positif intermediasi perbankan tersebut didukung oleh kondisi fundamental industri yang tetap terjaga.
“Perkembangan kinerja intermediasi yang positif tersebut didukung oleh kondisi permodalan, profitabilitas, dan likuiditas perbankan yang tetap terjaga sehingga mampu menjadi penyangga terhadap berbagai potensi risiko yang mungkin terjadi,” ujar Doddy.
Kondisi tersebut menunjukkan kemampuan industri perbankan dalam menjaga fungsi intermediasi di tengah berbagai potensi risiko yang dapat muncul, dengan dukungan permodalan, profitabilitas, dan likuiditas yang tetap kuat.

