STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Mulai hari ini, Kamis 25 Juni 2026 PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) menawarkan Obligasi Berkelanjutan V BNII Tahap I Tahun 2026 senilai Rp1,482 triliun kepada investor.. Penjatahan dan distribusi obligasi secara elektronik dilakukan pada 26 dan 30 Juni 2026. Pencatatan obligasi BNII di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 01 Juli 2026.
Manajemen BNII dalam prospektus tambahan penerbitan obligasi yang diumumkan di BEI, Kamis 25 Juni 2026 mengemukakan, obligasi BNII yangmerupakan bagian dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan V dengan target dana Rp5 triliun itu terdiri atas dua seri.
Obligasi Seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp1,096 triliun berjangka waktu 370 hari dan memiliki bunga 7,35% per tahun, dan seri B senilai Rp385,890 miliar dengan tenor tiga tahun dan tingkat bunga 7,25% per tahun.
Bunga obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan dimana pembayaran bunga pertama dilakukan pada tanggal 30 September 2026, sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi adalah tanggal 10 Juli 2027 untuk obligasi seri A, dan tanggal 30 Juni 2029 untuk obligasi seri B.
Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, seluruhnya akan dipergunakan untuk meningkatkan aset produktif dalam rangka pengembangan usaha Perseroan yaitu untuk penyaluran kredit.
Bertindak sebagai Penjamin pelaksana emisi Obligasi Berkelanjutan V BNII Tahap I Tahun 2026 adalah, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), PT KB Valbury Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas, serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebagai wali amanat obligasi.
Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi ini, Perseroan telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan Pefindo. Berdasarkan surat Pefindo No. RC-0199/PEF-DIR/III/2026 tanggal 3 Maret 2026, hasil pemeringkatan atas surat utang jangka panjang (Obligasi) adalah AAA (Triple A).
Efek utang dengan peringkat id AAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh PEFINDO. Kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka Panjang atas efek utang tersebut dibandinggan emiten Indonesia lainnya adalah superior. Pemeringkatan ini berlaku untuk periode 3 Maret 2026 sampai dengan 1 Maret 2027.

