STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Mulai besok, Jumat, tanggal 26 Juni 2026 sampai dengan 29 Juni 2026, PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) mulai melakukan penawaran Obligasi Berkelanjutan IV DART Tahap II Tahun 2026 senilai Rp50 miliar kepada investor. Obligasi tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan IV senilai total Rp400 miliar.
Manajemen DART dalam prospektus tambahan rencana penawaran umum obligasi berkelanjutan yang disampaikan kepada investor di Jakarta, Kamis 25 Juni 2026 menjelaskan, obligasi DART memiliki tenor 370 hari kalender dengan bunga tetap 10% per tahun.
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”). Bunga obligasi DART dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi. Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 2 Oktober 2026, sedangkan tanggal pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi adalah pada tanggal 12 Juli 2027.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi ini akan digunakan untuk pembayaran Pokok Obligasi Berkelanjutan IV Duta Anggada Realty Tahap I Tahun 2025 Seri A.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi Obligasi Berkelanjutan IV DART Tahap II Tahun 2026 adalah PT KB Valbury Asia Sekuritas, sedangkan Bank KB Indonesia T bk (BBKP) sebagai wali amanat.
Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat utang jangka panjang sesuai dengan surat PT Kredit Rating Indonesia No. RTG-002/KRI-DIR/V/2026 tanggal 12 Mei 2026 Obligasi Berkelanjutan IV Duta Anggada Realty Tahap II Tahun 2026 telah mendapat peringkat: : irA- (SIngle A Minus). Peringkat tersebut berlaku untuk periode 30 April 2026 sampai dengan 1 Mei 2027.
Pada Januari-Maret 2026, DART berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp118,927 miliar, naik 5,48% dari Rp112,748 miliar pada periode sama tahun 2025. Kenaikan pendapatan disertai peningkatan beban pokok penjualan dan beban langsung. Namun, emiten properti ini mampu mencatat laba kotor Rp53,12 miliar per Maret 2026. tumbuh 7,34% dibanding Rp48,48 miliar per Maret 2025. Hingga akhir Maret 2026, DART masih menderita rugi bersih sebesar Rp63,96 miliar, turun dibanding rugi Rp70,14 miliar pada periode sama tahun 2025

