STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Clarissa Ady Sumasto Tjia, salah seorang Komisaris PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BBSK) mengajukan pengunduran diri dari perusahaan tersebut.
Alexsandro Martin Tiga, Corporate Secretary BBSK dalam pengumuman yang disampaikan ke BEI, Kamis 9 Juli 2026 mengemukakan, Perseroan telah menerima surat pengunduran diriĀ Clarissa Ady Sumasto Tjia dari jabatan Komisaris Perseroan pada tanggal 8 Juli 2026.
Mengutip surat pengunduran diri yang disampaikan ke Manajemen, Rabu 8 Juli 2026, Clarisa Ady Sumasto menyatakan, dirinya mundur dari jabatan Komisaris PT Wulandari Bangun Laksana Tbk, terhitung efektif sejak disetujuinya pengunduran diri ini dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
āKeputusan ini saya ambil dengan mempertimbangkan berbagai hal pribadi dan professional,ā katanya. Sehubungan dengan hal tersebut, Clarissa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh seluruh pemegang saham, jajaran Direksi, serta seluruh karyawan PT Wulandari Bangun Laksana Tbk atas kerja sama, dukungan, dan kepercayaan yang telah diberikan.
Clarissa Ady juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Komisaris terdapat hal-hal yang kurang berkenan. āSejak efektifnya pengunduran diri ini, maka segala kewenangan, tugas, dan tanggung jawab saya sebagai Komisaris beralih sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Perseroan,ā ujarnya.
Sekedar catatan, BBSKĀ membukukan laba bersih sebesar Rp19,3 miliar pada kuartal I 2026, tumbuh 12,9% jika dibandingkan Rp17,1 miliar pada kuartal I 2025. Pertumbuhan laba ini ditunjang oleh pendapatan bersih yang mencapai Rp92,1 miliar pada kuartal I 2026, naik 1,7% dari Rp90,6 miliar pada periode yang sama tahun 2025.
PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) adalah perusahaan pengembangan real estate yang didirikan di Jakarta pada tahun 1994. Perusahaan didirikan dengan nama Dwipagriya Lestari dan berganti nama pada tahun 2002. Perusahaan memiliki Balikpapan Super Block, kawasan terpadu seluas 14 hektare, di Balikpapan, Kalimantan Timur. Kawasan tersebut terdiri dari kondominium, gedung apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan pusat hiburan (seperti hotel, restoran, toko, klub malam, bar, dll).

