spot_img

Aksi Borong Saham Marak, 65 Emiten Siapkan Dana Rp65,34 Triliun untuk Buyback

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, mengumumkan data terbaru mengenai aksi pembelian kembali (buyback) saham oleh perusahaan terbuka (emiten). Sejak Maret 2025 hingga 18 Mei 2026, tercatat ada 65 emiten yang berencana melakukan buyback tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Hasan mengungkapkan total alokasi dana untuk rencana aksi korporasi ini mencapai Rp65,34 triliun. Secara keseluruhan, terdapat 106 Keterbukaan Informasi (KI) yang masuk ke OJK terkait rencana tersebut.

Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan untuk menjaga stabilitas pasar modal Indonesia. OJK menilai koordinasi berbagai pihak sangat penting guna memperkuat kepercayaan investor di tengah dinamika pasar.

“OJK menghormati setiap inisiatif korporasi yang dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk apabila terdapat aksi korporasi sepertim pembelian kembali (buyback) saham oleh emiten,” ujar Hasan pada Rabu (10/6/2026).

Hasan mencatat banyak emiten memiliki kondisi keuangan yang sehat dan fundamental kuat. Kinerja operasional mereka terjaga baik dengan prospek usaha tetap positif. Menurutnya, aksi buyback menjadi instrumen bagi perusahaan untuk menunjukkan keyakinan terhadap masa depan bisnis mereka.

Dalam upaya menjaga pasar, OJK memberikan fleksibilitas melalui POJK 13 Tahun 2023. Aturan ini mengizinkan emiten melakukan buyback tanpa izin RUPS saat kondisi pasar berfluktuasi signifikan. Jumlah saham yang boleh dibeli kembali maksimal sebesar 20% dari modal disetor.

“Kebijakan tersebut memberikan ruang bagi Emiten untuk menunjukkan keyakinan terhadap kinerja dan fundamental perusahaannya, sekaligus membantu menjaga stabilitas harga saham,” kata Hasan.

Berdasarkan data yang ada, dari 65 emiten tersebut, sebanyak 64 emiten sudah mulai melaksanakan pembelian kembali saham mereka. Nilai realisasi buyback hingga saat ini mencapai Rp17,12 triliun atau sekitar 30,25% dari total rencana.

Saat ini, masih ada 7 emiten yang berada dalam periode pelaksanaan buyback tanpa RUPS. Perkiraan nilai transaksi dari ketujuh perusahaan tersebut mencapai Rp5,76 triliun.

Ke depan, OJK akan terus memantau perkembangan pasar secara cermat. Hasan memastikan seluruh aktivitas di pasar modal harus berlangsung secara teratur, wajar, efisien, dan transparan. OJK juga terus memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan untuk mendorong pendalaman pasar modal Indonesia secara berkelanjutan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Steel Pipe Industry (ISSP) Tebar Dividen Rp20 per Saham,  Cair 10 Juli 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Steel...

IHSG Pagi Ini Naik Lagi 1,53%, Kembali Tembus 5.800 Berkat Sederet Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

RUPS Jayamas Medica (OMED) Setujui Dividen Rp110,400 Miliar, Sampaikan Penggunaan Dana Hasil IPO

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)  PT Jayamas...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru