spot_img

Cek Daftar Lengkap 37 Saham Baru di HSC BEI, Ada Nama Besar BYAN hingga DCII

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas daftar saham dengan kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Penyempurnaan metodologi yang dilakukan Bursa membuat jumlah saham yang masuk kategori tersebut bertambah 37 emiten. Tak pelak, total jumlah HSC mencapai 51 saham per 30 Juni 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari reformasi transparansi pasar modal Indonesia. Bursa menambahkan indikator baru berupa price impact ratio untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun guna meningkatkan efektivitas pengawasan perdagangan saham.

Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan penyempurnaan metodologi dilakukan untuk mendukung terciptanya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien.

“BEI senantiasa melakukan penyempurnaan kebijakan dan mekanisme di pasar modal guna mendukung terciptanya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien,” ujar Kautsar dalam siaran pers BEI.

Metodologi baru tersebut mengukur besarnya perubahan harga saham dibandingkan aktivitas perdagangannya atau velocity. Adapun velocity merupakan indikator yang mengukur aktivitas transaksi berdasarkan perbandingan rata-rata volume transaksi dengan jumlah saham beredar di publik atau free float. Perhitungan dilakukan setiap triwulan, sementara tindakan pengawasan lainnya tetap dilakukan secara insidental.

BEI berharap kebijakan ini dapat menjadi referensi tambahan bagi investor untuk memahami karakteristik perdagangan suatu saham sebelum mengambil keputusan investasi. Selain itu, langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor dan meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, sebelumnya menegaskan status HSC bukan merupakan bentuk sanksi terhadap emiten. Status tersebut juga tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran di bidang pasar modal.

“Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal,” tulis BEI dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam pengumuman masing-masing emiten.

Namun, saham yang masuk kategori HSC tidak dapat menjadi konstituen indeks utama Bursa, seperti LQ45, IDX30, dan IDX80 sampai struktur kepemilikan saham dinilai lebih tersebar. Bursa juga membuka ruang diskusi dengan emiten untuk melakukan distribusi saham yang lebih baik kepada publik.

Dari total 51 saham yang masuk kategori HSC, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) menjadi emiten dengan tingkat konsentrasi kepemilikan tertinggi. Sejumlah pemegang saham menguasai 99,99% saham perseroan.

Posisi berikutnya ditempati PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dengan tingkat konsentrasi sebesar 99,96%, PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) masing-masing sebesar 99,95%, serta PT Golden Flower Tbk (POLU) sebesar 99,94%.

Sejumlah emiten besar juga masuk dalam daftar tersebut, antara lain PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN), PT Bank Mega Tbk (MEGA), PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII), PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), hingga PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI).

Berikut daftar 37 saham kategori HSC per 30 Juni 2026:

Sumber BEI, Diolah stockwatch.id

BEI menyatakan investor dapat mengakses informasi lengkap terkait daftar saham HSC melalui situs Bursa pada menu Perusahaan Tercatat dan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi, memperkuat perlindungan investor, serta mendukung terciptanya pasar modal Indonesia yang lebih kredibel dan berdaya saing.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Realisasi Dana IPO WBSA Capai Rp254 Miliar, Fokus Utama Tuntaskan Akuisisi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)...

KB Bank (BBKP) Habiskan 99,97% Dana Rights Issue, Sisakan Rp3,5 Miliar di Bank Indonesia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP)...

UNVR Tuntaskan Buyback 168,76 Juta Saham, Serap Dana Rp285,05 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) telah...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru