spot_img

KB Bank (BBKP) Habiskan 99,97% Dana Rights Issue, Sisakan Rp3,5 Miliar di Bank Indonesia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) telah merealisasikan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) VII atau rights issue sebesar Rp11,935 triliun hingga 30 Juni 2026. Nilai tersebut setara 99,97% dari total dana bersih yang diperoleh perseroan.

Berdasarkan laporan perseroan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 14 Juli 2026, KB Bank menghimpun dana sebesar Rp11,999 triliun dari rights issue yang efektif pada 5 Mei 2023. Setelah dikurangi biaya emisi Rp60,66 miliar, dana bersih yang diperoleh mencapai Rp11,939 triliun.

Direktur Utama PT Bank KB Indonesia Tbk, Kunardy Darma Lie, menyampaikan dana hasil PUT VII digunakan untuk tambahan investasi pada entitas anak serta ekspansi kredit.

“Sesuai dengan Prospektus yang sudah dipublikasikan oleh Perseroan, dana hasil bersih PUT VII yang telah dihimpun tersebut digunakan Perseroan sebagai tambahan investasi pada entitas anak dan untuk melakukan ekspansi kredit baru berkualitas baik yang difokuskan pada segmen ritel, UKM, wholesale, dan Indonesia-Korea Business Link,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Rabu (15/7/2026).

Secara rinci, KB Bank telah menempatkan tambahan modal sebesar Rp592 miliar kepada PT KB Bukopin Finance (KBBF). Perseroan juga telah merealisasikan investasi sebesar Rp694,5 miliar kepada PT KB Bank Syariah (KBBS).  Sementara itu, dana sebesar Rp10,649 triliun digunakan untuk mendukung ekspansi kredit baru berkualitas.

Dalam prospektus, KB Bank sebelumnya mengalokasikan dana Rp698 miliar untuk KBBS. Namun, hingga akhir Juni 2026, realisasi penggunaannya mencapai Rp694,5 miliar atau sekitar 99% dari rencana.

Dengan demikian, masih terdapat sisa dana rights issue sebesar Rp3,5 miliar atau sekitar 0,03% dari total dana bersih yang dihimpun. Dana tersebut ditempatkan pada fasilitas deposito Bank Indonesia dengan jangka waktu satu hari dan tingkat bunga 4,75%.

Kunardy menyebut sisa dana tersebut telah dialokasikan untuk tambahan investasi pada KBBS. Namun, realisasi penggunaannya masih menunggu persetujuan dan konfirmasi dari regulator terkait.

“Adapun sisa dana hasil bersih PUT VII sebesar Rp3.500.000.000 dialokasikan untuk penambahan investasi pada KBBS, dengan realisasi penggunaan dana tersebut bergantung sepenuhnya pada diperolehnya persetujuan, konfirmasi, dan/atau tidak adanya keberatan dari regulator dan otoritas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Kunardy.

Adapun biaya emisi rights issue BBKP tercatat sebesar Rp60,66 miliar. Komponen terbesar berasal dari biaya jasa penjualan (selling fee) senilai Rp56,85 miliar. Selain itu, terdapat biaya profesi penunjang pasar modal sebesar Rp2,01 miliar, biaya lembaga penunjang pasar modal Rp166,5 juta, serta biaya lain-lain sebesar Rp1,63 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Direksi dan Komisaris Bank Jatim (BJTM) Borong 1,42 Juta Saham, Segini Nilainya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Sejumlah direksi dan komisaris PT Bank...

IHSG Sesi I Menguat ke 6.067, Saham RANS dan PRDL Paling Aktif Diburu

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di...

Samuel Sekuritas Serok Saham NSSS Rp252 Miliar, Kepemilikan Naik 37,10%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Samuel Sekuritas Indonesia menambah kepemilikan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru