spot_img

Ditopang Lonjakan Saham Energi, Bursa Eropa Kompak Ditutup Menguat

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (22/7/2026) waktu setempat.  Kenaikan harga minyak dunia mendorong saham-saham energi memimpin penguatan dan membawa indeks utama kawasan mencapai level tertinggi dalam dua pekan.

Mengutip CNBC dan Investing, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,58% ke posisi 646,93.  Hampir seluruh bursa utama di kawasan tersebut ditutup di zona hijau.

Indeks FTSE 100 Inggris memimpin penguatan dengan kenaikan 1,24% ke level 10.716,97. Indeks CAC 40 Perancis naik 0,89% menjadi 8.437,89. DAX Jerman menguat 0,58% ke posisi 25.155,41.

Sementara itu, FTSE MIB Italia naik 0,97% ke level 52.792,04. Indeks IBEX 35 Spanyol juga meningkat 0,99% menjadi 19.571,30.

Penguatan bursa Eropa ditopang reli harga minyak mentah yang melonjak ke level tertinggi dalam enam pekan terakhir.  Harga minyak naik setelah serangan drone dan rudal kelompok Houthi di Yaman kembali memicu kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi global.

Kenaikan harga minyak memberikan dorongan bagi saham-saham perusahaan energi besar di Eropa. Saham Shell, BP, dan TotalEnergies mencatat penguatan seiring meningkatnya prospek pendapatan dari harga energi yang lebih tinggi.

Selain sentimen energi, pasar juga mendapat dukungan dari data ekonomi Inggris.  Inflasi Inggris pada Juni 2026 melambat menjadi 2,6%. Data tersebut meningkatkan harapan pelaku pasar terhadap peluang pelonggaran kebijakan moneter oleh Bank of England pada akhir tahun ini.

Di sisi korporasi, laporan keuangan emiten juga ikut menopang sentimen investor.  Saham Banco Santander naik 2,2% setelah merilis kinerja keuangan yang dinilai positif. Investor juga mencermati hasil keuangan UniCredit menjelang keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) yang dijadwalkan diumumkan pada Kamis waktu setempat.

Saham Airbus melonjak 5,8% setelah produsen pesawat asal Perancis itu mengumumkan program pembelian kembali saham (buyback) senilai 5 miliar euro. Sementara itu, saham perusahaan cat dan bahan kimia Belanda, Akzo Nobel, naik hampir 2,8% setelah merilis laporan kinerja kuartal II-2026.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke Wall Street. Investor menunggu laporan keuangan dua raksasa teknologi AS, Alphabet dan Tesla. Hasil kinerja kedua perusahaan tersebut diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan saham produsen peralatan chip dan perusahaan industri di Eropa pada perdagangan berikutnya.

Pada awal perdagangan, bursa Eropa sempat bergerak di zona merah. Namun, sektor minyak dan gas berbalik menguat seiring kenaikan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Lanjutkan Tren Penurunan Jelang Banjir Laporan Keuangan

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Asia Bervariasi: Indeks Taiwan Melaju Berkat Tren AI, China dan Hong Kong Terkoreksi

STOCKWATCH.ID (TOKYO) - Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik ditutup...

Akhiri Tren Pelemahan, Wall Street Berhasil Rebound Ditopang Lonjakan Saham Semikonduktor

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru