spot_img

Permintaan Aset Aman Meningkat, Harga Emas Dunia Naik

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia menguat dan menyentuh level tertinggi dalam dua pekan pada perdagangan Rabu (22/7/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (23/7/2026) WIB. Kenaikan didorong aksi beli teknikal dan meningkatnya permintaan aset aman di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

Mengutip CNBC, harga emas spot naik 1% menjadi USD4.115,89 per ons troi setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 7 Juli 2026. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman Agustus menguat 1,1% menjadi USD4.120,60 per ons troi.

Pelaku pasar saat ini mencermati upaya diplomatik untuk meredakan konflik di Timur Tengah.  Investor juga menunggu petunjuk arah suku bunga dari rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) pekan depan.

Senior Analyst ActivTrades, Ricardo Evangelista, menilai kenaikan harga minyak dan ketidakpastian geopolitik menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar emas.

“Kekhawatiran harga minyak yang lebih tinggi dapat memicu inflasi dan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama diimbangi oleh permintaan aset aman serta harapan upaya diplomatik antara AS dan Iran masih dapat meredakan konflik,” ujar Evangelista.

Menurut Evangelista, level USD4.000 per ons troi masih menjadi area dukungan teknikal yang kuat bagi harga emas. Ia menambahkan, rebound harga emas saat ini masih berpotensi menghadapi tekanan dari volatilitas harga energi.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Washington masih bersedia bernegosiasi untuk mengakhiri krisis Iran. Namun, Rubio menilai Teheran belum menunjukkan keseriusan dalam proses perundingan.

Di sisi lain, tiga kapal tanker yang membawa minyak mentah Arab Saudi menuju China dan India dilaporkan berbalik arah di Laut Merah setelah adanya ancaman dari kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran. Kondisi tersebut mendorong harga minyak dunia bergerak lebih tinggi.

Harga emas sendiri telah terkoreksi dari rekor tertinggi yang dicapai pada Januari lalu.  Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan peluang suku bunga bertahan tinggi lebih lama. Kondisi ini biasanya mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya sepanjang sisa tahun 2026. Namun, pasar memperkirakan akan ada dua kali kenaikan suku bunga hingga akhir Maret tahun depan.

Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September mencapai sekitar 68%.

Penguatan juga terjadi pada logam mulia lainnya.  Harga perak spot naik 1% menjadi USD59,35 per ons troi. Harga platinum menguat 1,1% ke level USD1.646,63 per ons troi. Sementara harga paladium melonjak 1,8% menjadi USD1.305,41 per ons troi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Stock Futures Turun, Investor Cermati Laba Emiten dan Belanja AI Alphabet

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (stock futures) Wall...

Trump Ancam Iran Lagi, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak 3%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak lebih dari...

Dipicu Hal Ini, Harga Emas Dunia Kembali Menguat

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia menguat pada perdagangan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru