STOCKWATCH.ID. (JAKARTA) – PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mengungkap perkembangan terbaru rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa (TCP). Perseroan menyampaikan, proses akuisisi masih berlanjut melalui mekanisme pertukaran saham (swap share) dan kini memasuki tahap kajian menyeluruh.
Dalam keterbukaan informasi yang dikutip Kamis (25/6/2026), Direktur Utama PT Harta Djaya Karya Tbk, Richie Adrian Hartanto S, mengatakan rencana transaksi tersebut merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) antara pemegang saham pengendali Perseroan dan pemegang saham pengendali TCP terkait pertukaran 45% kepemilikan saham di TCP.
Berdasarkan dokumen yang diterima Perseroan dari TCP, perusahaan tambang tersebut telah menunjuk Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2025. Proses audit saat ini masih berlangsung. Selain itu, TCP juga menunjuk Competent Person independen untuk melakukan studi estimasi sumber daya dan cadangan batu bara pada konsesi tambang miliknya.
Laporan Competent Person tertanggal 1 Juni 2026 menunjukkan estimasi cadangan batu bara yang dapat ditambang (mineable reserve) sekitar 400 juta ton.
Dokumen pendukung dari TCP juga menyebutkan studi estimasi dilakukan oleh Harry Hadi Syahputra dan Murdiansyah Oktavian. Laporan tersebut berjudul Laporan Estimasi Sumberdaya dan Cadangan Batubara Tambang Terbuka Konsesi Batu Bara PT Trimata Coal Perkasa Mengacu Pada Luas dan Area Estimasi Dokumen Studi Kelayakan Yang Disetujui di Tahun 2012 tertanggal 1 Juni 2026.
TCP juga telah menyusun business plan pengembangan usaha pertambangan yang menunjukkan kelayakan ekonomi proyek. Perusahaan selanjutnya menjalin kerja sama awal dengan kontraktor tambang, investor infrastruktur pendukung, dan calon offtaker untuk mendukung operasional komersial.
Dalam surat yang disampaikan TCP kepada MEJA, perusahaan menyebut hasil business plan menunjukkan indikator keuangan yang positif. Rinciannya meliputi Net Present Value (NPV) positif, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 239,03%, periode pengembalian investasi selama 1 tahun 11 bulan, nilai ekuitas sekitar USD474,896 juta, serta rasio EV/EBITDA 58,14 kali. TCP juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan kontraktor, investor jetty, dan offtaker batu bara sebagai persiapan operasional.
Sehubungan dengan perkembangan tersebut, MEJA saat ini menjalankan proses due diligence, valuasi independen, serta evaluasi aspek hukum dan kepatuhan sesuai ketentuan pasar modal.
“Perseroan akan memastikan setiap tahapan transaksi dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip keterbukaan, tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), serta kepentingan seluruh pemegang saham Perseroan,” ujar Richie.
Ia menambahkan, “Selanjutnya, apabila transaksi ini memenuhi kriteria transaksi material, transaksi afiliasi, atau memerlukan persetujuan pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku, Perseroan akan memenuhi seluruh persyaratan regulasi termasuk penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham sesuai ketentuan OJK dan Bursa Efek Indonesia.”
Perseroan menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan rencana transaksi tersebut kepada publik sesuai ketentuan yang berlaku.

