STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) masuk ke bisnis makanan dan minuman lain. Pengelola gerai Pizza Hut di Indonesia ini memutuskan untuk mengambil alih mayoritas saham PT Halal Artisan Yummies (HAY).
Dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (25/6/2026), PZZA menyuntikkan modal sebesar Rp10,4 miliar ke dalam HAY. Nilai ini setara dengan kepemilikan saham sebesar 52%. Transaksi tersebut dilakukan pada 24 Juni 2026.
Langkah ini diambil agar perusahaan tidak hanya bergantung pada jualan pizza saja. Perusahaan ingin memperluas jenis produk yang ditawarkan kepada masyarakat. Salah satu incarannya adalah segmen frozen yogurt.
PZZA menilai bisnis frozen yogurt punya masa depan yang cerah. Selain itu, produk HAY dianggap cocok dengan fokus perusahaan pada inovasi kuliner halal. Kepemilikan 52% saham membuat PZZA menjadi pemegang saham pengendali di HAY.
Transaksi ini masuk dalam kategori transaksi afiliasi. Sebab, ada pengurus yang menjabat di kedua perusahaan tersebut. Boy Ardhitya Lukito menjabat sebagai Direktur Utama di PZZA. Di saat yang sama, Boy juga menduduki posisi Presiden Komisaris di HAY.
Meski begitu, investasi ini bukan termasuk transaksi material. Nilai Rp10,4 miliar hanya sebesar 1,01% dari total ekuitas PZZA. Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, total ekuitas perusahaan mencapai Rp1,03 triliun.
Manajemen PZZA menjelaskan alasan di balik keputusan besar ini. “Transaksi ini diharapkan dapat memperluas sumber pendapatan perusahaan di luar bisnis pizza, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap satu kategori produk utama,” tulis manajemen PZZA.
Langkah ini juga diprediksi akan memperkuat posisi perusahaan di industri makanan dan minuman Indonesia. “Diversifikasi ke segmen frozen yogurt juga berpotensi memberikan kontribusi tambahan terhadap pertumbuhan pendapatan perusahaan di masa mendatang serta memperkuat posisi PZZA dalam industri Food and Beverage,” tambah manajemen.
Untuk memastikan harga yang dibayar pantas, perusahaan menyewa penilai independen. Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Yanuar, Rosye dan Rekan (Y&R) telah memberikan pendapatnya. Mereka menyatakan transaksi ini “WAJAR”.
PZZA membeli 10.400 saham baru HAY dengan harga Rp1.000.000 per saham. Nilai ini sedikit di atas nilai pasar yang dihitung penilai sebesar Rp983.529 per saham. Namun, selisih 1,67% tersebut masih masuk dalam batas aturan yang berlaku.
Dewan Komisaris dan Direksi PZZA menjamin transaksi ini tidak merugikan pemegang saham publik. Perusahaan juga tidak membutuhkan persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) untuk mengeksekusi rencana ini.
Melalui kerja sama ini, PZZA dan HAY akan menciptakan sinergi bisnis yang kuat. PZZA bisa menggunakan pengalamannya yang sudah puluhan tahun untuk membesarkan HAY. Sebaliknya, HAY memberikan warna baru bagi portofolio bisnis PZZA.

