Catat! Ini 12 Poin Penting Deal Dagang AS-Indonesia yang Diumumkan Trump!

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Presiden Donald Trump resmi mengumumkan poin – poin penting dalam kesepakan negosiasi tarif antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Indonesia. Kedua negara menyepakati framework untuk merundingkan Agreement on Reciprocal Trade atau Perjanjian Perdagangan Timbal Balik.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Presiden Trump melalui pernyataan tertulis yang dirilis oleh Gedung Putih, di Washington, pada Selasa, 22 Juli 2025 waktu setempat atau Rabu pagi, 23 Juli 2025 WIB.

“Hari ini, Amerika Serikat dan Republik Indonesia sepakat untuk menetapkan kerangka kerja guna merundingkan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik yang bertujuan memperkuat hubungan ekonomi bilateral dan memberikan akses pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi para eksportir dari kedua negara,” ujar Trump.

Perjanjian tersebut merupakan perluasan dari Trade and Investment Framework Agreement yang telah diteken sejak 16 Juli 1996.

Berikut 12 poin penting dalam kerangka perjanjian tersebut:

1. Penghapusan Tarif

    • Indonesia sepakat menghapus sekitar 99% hambatan tarif untuk berbagai produk industri, pangan, dan pertanian asal Amerika Serikat.

2, Penurunan Tarif Timbal Balik

    • Amerika Serikat akan menurunkan tarif impor terhadap barang asal Indonesia menjadi 19%, sesuai Keputusan Presiden AS Nomor 14257 tertanggal 2 April 2025.
    • Beberapa komoditas yang tidak tersedia secara alami atau tidak diproduksi di AS juga berpotensi mendapat tarif yang lebih rendah lagi.

3. Aturan Asal Barang

Kedua negara akan menyusun aturan asal barang (rules of origin) yang memastikan manfaat perjanjian ini benar-benar dinikmati oleh AS dan Indonesia.

4. Penghapusan Hambatan Non-Tarif untuk Produk AS
AS dan Indonesia akan bekerja sama menghapus hambatan non-tarif, termasuk:

    • Membebaskan perusahaan dan barang asal AS dari kewajiban kandungan lokal
    • Menerima kendaraan yang memenuhi standar keselamatan dan emisi AS.
    • Menerima sertifikat FDA dan izin edar sebelumnya untuk alat kesehatan dan obat-obatan dari Amerika.
    • Indonesia juga akan menghapus aturan pelabelan tertentu
    • Membebaskan ekspor kosmetik dan produk manufaktur AS dari syarat tambahan
    • Menyelesaikan persoalan hak kekayaan intelektual yang selama ini masuk dalam laporan Special 301 USTR
    • Meninjau ulang prosedur penilaian kesesuaian (conformity assessment procedures).
    • Indonesia akan menghapus pembatasan impor barang rekondisi asal AS, mencabut kewajiban inspeksi pra-pengapalan, dan mulai menerapkan praktik regulasi yang baik (good regulatory practices).

5. Dukungan untuk Produk Pangan dan Pertanian AS

    • Indonesia sepakat membebaskan seluruh produk pangan dan pertanian AS dari kewajiban izin impor, termasuk persyaratan keseimbangan komoditas (commodity balance requirements).
    • Menjamin transparansi dan keadilan dalam perlindungan indikasi geografis.
    • Indonesia juga akan memberikan status permanen Fresh Food of Plant Origin (FFPO) untuk seluruh produk tanaman AS yang memenuhi syarat
    • Mengakui sistem sertifikasi yang dikeluarkan otoritas pengawas AS, termasuk untuk daging, unggas, dan produk susu.

6. Komitmen Indonesia untuk Perdagangan Digital

    • Indonesia sepakat memberikan kepastian soal transfer data pribadi ke AS.
    • Indonesia juga akan menghapus tarif untuk produk digital (intangible products) dan menangguhkan persyaratan dokumen impor terkait.
    • Indonesia mendukung moratorium bea masuk untuk transmisi elektronik di WTO
    • Mempercepat penerapan Joint Initiative on Services Domestic Regulation dengan menyampaikan komitmen revisinya ke WTO.

7. Industri Baja

Indonesia juga akan bergabung dalam Global Forum on Steel Excess Capacity dan mengambil langkah nyata untuk mengatasi kelebihan kapasitas baja global.

8. Perlindungan Hak Buruh

    • Indonesia berkomitmen melindungi hak buruh yang diakui secara internasional, termasuk melarang impor barang hasil kerja paksa
    • Merevisi UU Ketenagakerjaan untuk menjamin hak berserikat dan perundingan bersama.
    • Memperkuat penegakan hukum ketenagakerjaan.

9. Lingkungan Hidup

    • Indonesia akan menjaga standar perlindungan lingkungan yang tinggi dan menegakkan hukum secara efektif
    • Meningkatkan tata kelola sektor kehutanan dan memberantas perdagangan kayu ilegal.
    • Mendorong ekonomi yang lebih efisien dalam penggunaan sumber daya.
    • Menerapkan Agreement on Fisheries Subsidies WTO tentang subsidi perikanan.
    • Memberantas penangkapan ikan serta perdagangan satwa liar ilegal

10. Ekspor Komoditas Industri

Indonesia juga akan mencabut pembatasan ekspor ke AS untuk komoditas industri, termasuk mineral penting.

11. Kerja Sama Keamanan Ekonomi

AS dan Indonesia sepakat memperkuat kerja sama ekonomi dan keamanan nasional demi meningkatkan ketahanan rantai pasok dan inovasi, serta menghadapi praktik perdagangan tidak adil dari negara lain.

12. Kesepakatan Dagang Antar Perusahaan

Selain kesepakatan di tingkat pemerintahan, kerja sama ini juga akan mencakup sejumlah kesepakatan dagang besar antara perusahaan AS dan Indonesia:

    • Pengadaan pesawat senilai US$3,2 miliar.
    • Pembelian produk pertanian seperti kedelai, gandum, dan kapas senilai US$4,5 miliar.
    • Pembelian produk energi seperti LPG, minyak mentah, dan bensin senilai US$15 miliar.

Dalam beberapa minggu ke depan, kedua negara akan merampungkan negosiasi, menyiapkan dokumen perjanjian untuk penandatanganan, dan menyelesaikan proses formal dalam negeri sebelum perjanjian resmi diberlakukan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Utang Luar Negeri Indonesia Februari 2026 Tercatat US$437,9 Miliar, Naik 0,69%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa posisi...

IMF Sebut Indonesia “Bright Spot” Ekonomi Global, Puji Sinergi Kebijakan Fiskal-Moneter

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Dana Moneter Internasional (IMF) dan investor...

Perkuat Kelistrikan Nasional, Produksi Listrik Bersih Pertamina Tembus 8.743 GWh

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pertamina (Persero) terus memacu pengembangan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru