spot_img

Dolar AS Bergejolak! Investor Fokus pada Data Inflasi dan Pemotongan Suku Bunga

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Pergerakan dolar AS menjadi sorotan pasar pada penutupan perdagangan Senin (9/12/2024) waktu setempat atau Selasa pagi (10/12/2024) WIB. Mata uang tersebut stabil menjelang rilis data inflasi AS yang akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan. Investor kini menunggu keputusan dari Federal Reserve (The Fed) terkait kebijakan suku bunga.

Mengutip CNBC International, Euro sedikit melemah terhadap dolar AS, diperdagangkan di angka US$1,056. Indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama, tetap datar di level 106,06.

Michael Brown, analis senior di Pepperstone, menyebutkan bahwa data pengangguran AS yang meningkat menjadi 4,2% semakin memperkuat spekulasi tentang pemotongan suku bunga The Fed. “Kecuali ada lonjakan inflasi yang signifikan, peluang pemotongan suku bunga 25 basis poin sangat besar,” ujarnya.

Data terbaru menunjukkan bahwa meski lapangan kerja di AS tumbuh kuat, tingkat pengangguran yang lebih tinggi memberi ruang bagi The Fed untuk melanjutkan pelonggaran suku bunga pada Desember ini.

Di sisi lain, dolar Australia dan dolar Selandia Baru menguat terhadap dolar AS. Dolar Australia naik 0,84%, sedangkan dolar Selandia Baru menguat 0,5%. Penguatan ini dipicu oleh kebijakan moneter longgar yang diumumkan China untuk mendukung pertumbuhan ekonominya pada 2024.

Yuan China juga menunjukkan penguatan. Dolar AS melemah 0,13%, menjadi 7,275 yuan. Kebijakan ini muncul setelah pertemuan Politbiro China yang mengumumkan rencana fiskal yang lebih proaktif guna mendukung ekonomi.

Analis Vishnu Varathan dari Mizuho Bank mengungkapkan bahwa ketegangan geopolitik turut memengaruhi pasar. “Jatuhnya rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad memperburuk ketidakpastian global dan meningkatkan daya tarik dolar,” jelasnya.

Sementara itu, harga Bitcoin juga melemah setelah sempat mencatat rekor US$103.649 minggu lalu. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$98.160.

Pekan ini menjadi krusial bagi pasar mata uang global. European Central Bank (ECB) dijadwalkan menggelar rapat kebijakan pada Kamis. Bank of Canada (BoC) dan Swiss National Bank (SNB) diperkirakan akan melakukan pemotongan suku bunga yang signifikan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bina Buana Raya (BBRM) Raup Laba USD1,23 Juta di Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya...

RMK Energy (RMKE) Serap 94% Dana Obligasi Tahap II, Sisa Rp33 Miliar Parkir di Maybank

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT RMK Energy Tbk (RMKE) telah...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru