IHSG Berpotensi Mencoba Resist Level 7.500-7.560, BNI Sekuritas Sarankan BOW Saham AADI dan SCMA

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi mencoba resist level 7.500-7.560 pada perdagangan saham Rabu (11/3/2026). Demikian pandangan Fanny Suherman, CFP®, Head of Retail Research BNI Sekuritas.

“IHSG akan mencoba untuk tes resist di kisaran 7.500-7.560 sedangkan support di kisaran 7.300-7.380,” tulis Fanny dalam laporan riset, Rabu (11/3/2026).

Investor perlu mencermati pergerakan IHSG pada Rabu (11/3/2026) ini setelah mengalami penguatan pada hari sebelumnya. IHSG pada Selasa (10/3/2026) ditutup naik 1,41%, tapi disertai dengan net sell asing Rp1,93 triliun. Saham-saham yang paling banyak dijual asing kemarin adalah BBRI, TLKM, BBNI, BUVA, dan BRMS.

Untuk perdagangan saham pada Rabu (11/3/2026) ini, BNI Sekuritas menetapkan rentang batas atas (resist) IHSG di kisaran 7.500-7.560) sedangkan batas bawah (support) di kisaran 7.300-7.380.

Fanny juga menyampaikan beberapa pilihan saham yang menarik untuk dicermati. “Trading idea hari ini adalah EMAS, BULL, MEDC, AADI, SCMA dan AMRT,” katanya.

Berikut rincian rekomendasi trading lengkapnya:

  1. AADI – Buy on Weakness (BOW)

Area beli: 10.075 –10.275

Cut loss: di bawah 10.050

Target dekat di 10.450 – 10.650

  1. SCMA – Buy on Weakness (BOW)

Area beli: 230 –240

Cut loss: di bawah 228

Target dekat di 252 – 268

  1. AMRT – Spec Buy

Area beli: 1.420 – 1.435

Cut loss: di bawah 1.400

Target dekat di 1.465 – 1.500

  1. BULL – Sepc Buy

Area beli di 382 – 398

Cut loss: di bawah 376

Target dekat di 410 – 430

  1. EMAS – Spec Buy

Area beli di 7.900 – 8.000

Cut loss: di bawah 7.725

Target dekat di 8.125 – 8.300

  1. MEDC – Buy if Break di 1.730

Cutloss di bawah 1.690

Target dekat di 1.765-1790

Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Koka Indonesia (KOKA) Raih Kontrak Konstruksi Senilai Rp31,29 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) berhasil memperoleh kontrak...

BEI Cabut Izin Transaksi Margin PT Anugerah Sekuritas Indonesia, Ini Alasannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi...

Komisaris PNGO Hasan Tantri Jual Seluruh Saham Perusahaan, Dapat Cuan Rp545,38 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Hasan Tantri, Komisaris  PT Pinago Utama Tbk...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru