STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak menguat (rebound) pada perdagangan Senin (29/6/2026). Pergerakan IHSG diperkirakan berada di rentang Rp5.750 hingga Rp6.250.
Proyeksi tersebut disampaikan Retail Research & Investment Bahana Sekuritas, Dimas Wahyu Putra Pratama, CTA, dalam riset yang dirilis hari ini. Ia menilai arah pergerakan IHSG didukung oleh analisis teknikal.
“Diperkirakan hari ini Senin (29/6), IHSG berpotensi menguat (Rebound) dengan range 5.750-6.250,” ujar Dimas.
Sejumlah sektor dinilai menarik untuk dicermati pelaku pasar. Sektor tersebut mencakup IDXTECH, IDXPROP, IDXINFRA, IDXNCYC, IDXFIN, IDXTRANS, IDXENER, dan IDXHEALTH.
Meski dibuka menguat di level Rp6.010,339, IHSG pada perdagangan saham Jumat (26/6/2026) berakhir di zona merah. IHSG ditutup melemah 102,903 poin atau ambrol 1,72% ke level Rp5.896,134. Posisi ini turun dari penutupan Kamis (25/6/2026) di level Rp5.999,038.
Pelemahan indeks terseret sejumlah saham pemberat. Saham BREN turun 8,22%, EMAS anjlok 13,12%, dan BRMS melorot 8,62%. Selain itu, saham DCII terkoreksi 3,70% dan BRPT turun 7,28%.
Kondisi ini diperparah aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai Rp537 miliar. Bursa Wall Street juga ditutup melemah akibat kejatuhan saham sektor teknologi kecerdasan buatan (AI). Investor global mengkhawatirkan sikap Hawkish Federal Reserve untuk menjaga suku bunga tinggi lebih lama.
Sama halnya dengan bursa Asia yang mayoritas melemah. Sektor teknologi dan semikonduktor tertekan tingginya biaya modal. Sementara itu, harga minyak dunia turun seiring pulihnya distribusi energi melalui Selat Hormuz.
Dari sisi domestik, Pemerintah mengucurkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp400 triliun ke bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah ini diharapkan memperkuat likuiditas perbankan.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis pertumbuhan kredit perbankan mencapai 14% hingga 15% pada 2026. Penempatan dana ini bertujuan menurunkan bunga kredit dan memacu penyaluran pinjaman ke dunia usaha.
“Tambahan penempatan dana SAL tersebut akan memperkuat likuiditas perbankan sehingga biaya dana (cost of fund) menurun,” kata Purbaya.
Sentimen positif lainnya datang dari sektor energi. Pemerintah mulai menjalankan program mandatori biodiesel 50% atau B50 mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini diprediksi meningkatkan penyerapan produksi sawit dan mendongkrak harga CPO dunia.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyebut ada masa transisi selama tiga bulan. Seluruh wilayah distribusi ditargetkan mengadopsi penuh B50 pada kuartal empat tahun ini.
Untuk perdagangan sepanjang pekan ini, Bahana Sekuritas merekomendasikan saham-saham berikut:
1. BUMI – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp135
Target Price 1: Rp150
Target Price 2: Rp160
Current Price: Rp141
2. DEWA – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp296
Target Price 1: Rp320
Target Price 2: Rp330
Current Price: Rp306
3. PTRO – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp3.750
Target Price 1: Rp4.000
Target Price 2: Rp4.150
Current Price: Rp3.870
4. CUAN – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp545
Target Price 1: Rp590
Target Price 2: Rp615
Current Price: Rp565
5. ESSA – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp600
Target Price 1: Rp650
Target Price 2: Rp675
Current Price: Rp620
6. TAPG – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp1.450
Target Price 1: Rp1.575
Target Price 2: Rp1.640
Current Price: Rp1.515
7. BMRI – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp3.900
Target Price 1: Rp4.200
Target Price 2: Rp4.400
Current Price: Rp3.990
8. BBNI – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp3.230
Target Price 1: Rp3.540
Target Price 2: Rp3.670
Current Price: Rp3.320
9. BBRI – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp2.790
Target Price 1: Rp3.000
Target Price 2: Rp3.130
Current Price: Rp2.870
10. BBCA – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp6.000
Target Price 1: Rp6.550
Target Price 2: Rp6.850
Current Price: Rp6.175
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi

