spot_img

Perbaiki Struktur Modal, Berlina (BRNA) Gelar Right Issue Rp372,6 Miliar dan Terbitkan Waran

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Berlina Tbk (BRNA) mengumumkan, Perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas (PUT) III atau right issue sebanyak 543.950.000 saham bernominal Rp50 per unit dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) pada Agustus 2026. Rencana right issue ini akan dimintakan persetujuan kepada pemegang saham dalam RUPSLB yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2026.

Setiap pemegang 9 (sembilan) Saham Lama berhak atas 5 (lima) HMETD untuk membeli Saham Baru. Harga Pelaksanaan right issu BRNA ditetapkan sebesar Rp685per lembar sehingga jumlah dana yang akan diterima Perseroan dalam PMHMETD III ini sebesar Rp372,605 miliar. Adapun bagi pemegang saham Perseroan yang tidak menggunakan haknya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan sampai dengan maksimum 35,71 %.

Berdasarkan propektus tambahan rencana penerbitan right issue yang disampaikan Manajemen Perseroan ke BEI, Senin 13 Juli 2026, PT Dwi Satrya Utama (DSU) sebagai pemegang saham utama sekaligus pengendali perseroan, telah menyatakan komitmen sepenuhnya untuk membeli saham. DSU akan melaksanakan seluruh haknya serta bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) untuk menyerap sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham publik.

DSU sebagai pembeli siaga, akan melakukan penyetoran modal dalam bentuk lain selain uang berupa kompensasi (set-off) atas pokok utang Perseroan kepada DSU. DSU tidak akan melakukan penyetoran dalam bentuk tunai dalam PMHMETD III. Oleh karena itu, jumlah HMETD yang akan dilaksanakan oleh DSU serta jumlah sisa saham yang akan diambil bagian oleh DSU dalam kapasitasnya sebagai pembeli siaga akan bergantung pada jumlah pokok utang Perseroan kepada DSU yang dapat dikompensasikan (set-off) sebagai setoran saham dalam PMHEMTD III yaitu sebanyak-banyaknya sebesar Rp264,376 miliar.

Sehubungan dengan pelaksanaan PMHMETD III tersebut, Perseroan juga berencana untuk menerbitkan Waran Seri I dalam jumlah sebanyak-banyaknya 181.316.667 (seratus delapan puluh satu juta tiga ratus enam belas ribu enam ratus enam puluh tujuh) Waran Seri I yang akan diterbitkan menyertai saham biasa atas nama hasil pelaksanaan HMETD yang akan diberikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham Perseroan yang melaksanakan HMETD-nya.

Waran ini dapat dieksekusi menjadi saham biasa mulai 6 bulan hingga 3 tahun sejak dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harga pelaksanaan Rp800 per saham. Jika seluruh waran terserap, BRNA berpotensi mengantongi tambahan modal kerja hingga Rp145,05 miliar.

Pelaksanaan PMHMETD III akan meningkatkan ekuitas Perseroan, baik yang berasal dari penyetoran tunai maupun penyetoran dalam bentuk lain selain uang berupa kompensasi (set-off) atas pokok utang Perseroan sehingga merupakan konversi utang menjadi saham. Peningkatan ekuitas tersebut akan memperkuat struktur permodalan Perseroan serta memperbaiki rasio Keuangan Perseroan.  Penguatan struktur permodalan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kegiatan usaha, kinerja Perseroan, serta daya saing BRNA dalam  menjalankan usaha pengolahan biji plastik, perdagangan umum, dan jasa.

Dana yang diperoleh dari PMHMETD III melalui penyetoran tunai oleh pemegang saham Perseroan selain DSU, setelah dikurangi biaya-biaya emisi seluruhnya digunakan untuk modal kerja Perseroan. Adapun dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I, apabila waran tersebut dilaksanakan oleh pemegangnya, juga digunakan untuk keperluan modal kerja Perseroan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Protelindo Akuisisi 51% Saham DATA Senilai Rp700,7 Miliar, Resmi Jadi Pengendali Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Profesional Telekomunikasi Indonesia atau Protelindo, perusahaan...

IHSG Pagi Ini Terkoreksi 26,86 Poin ke 6.010,979, Simak Data Lengkap Perdagangan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai...

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Simak Pilihan Saham dari BNI Sekuritas

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru