STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) hingga 30 Juni 2026 belum merealisasikan penggunaan dana bersih hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) III dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
Sufyandi, Direktur TPIA, dalam keterbukaan informasi ke BEI, Senin (13/7/2026), mengemukakan, seluruh dana bersih yang diperoleh Perseroan masih ditempatkan dalam deposito berjangka dan rekening koran di sejumlah bank.
“Kami sampaikan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Terbatas III untuk Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PUT III) Perseroan untuk periode sampai dengan 30 Juni 2026,” katanya.
Sufyandi mengemukakan bahwa Perseroan memperoleh dana hasil PUT III sebesar Rp15,50 triliun. Dari jumlah tersebut, realisasi biaya penawaran umum mencapai Rp6,89 miliar atau sekitar 0,045% dari total dana yang dihimpun.
Biaya tersebut terdiri atas jasa konsultan keuangan sebesar Rp825 juta, akuntan publik Rp1,21 miliar, konsultan hukum Rp3,66 miliar, notaris Rp82,5 juta, serta biaya lain-lain seperti pencatatan saham di BEI, pernyataan pendaftaran ke OJK, audit penjatahan dan verifikasi biaya, pemasaran, serta percetakan sebesar Rp1,12 miliar.
Sesuai rencana penggunaan dana, seluruh dana bersih PUT III akan disalurkan kepada entitas anak perseroan, CAP-2, melalui penyertaan modal. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan kompleks petrokimia terintegrasi yang meliputi pabrik naphtha cracker, pabrik polimer, serta berbagai fasilitas pendukung seperti pembangkit listrik, boiler, water treatment, jetty, dan tangki penyimpanan.
Hingga 30 Juni 2026, Perseroan belum merealisasikan penggunaan dana tersebut. Nilai realisasi penggunaan dana masih Rp0 atau 0% dari dana bersih hasil PUT III.
Sisa dana hasil penawaran umum saat ini ditempatkan pada deposito berjangka di Bank BNI, Bank Danamon, DBS Singapore, dan OCBC Singapore, serta pada rekening koran di bank-bank tersebut.
“Deposito berjangka memiliki jangka waktu 4 hingga 25 hari dengan tingkat imbal hasil berkisar 1,80% hingga 3,65% per tahun untuk simpanan dalam mata uang USD dan 3,20% hingga 4,48% per tahun untuk simpanan dalam rupiah,” katanya.
Sementara itu, rekening koran memberikan bunga 0,40% hingga 3,57% per tahun untuk mata uang USD dan sekitar 1,80% per tahun untuk simpanan rupiah. Seluruh penempatan dana tersebut dilakukan pada pihak ketiga.

