STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aktivitas penerbitan obligasi masih sangat dinamis. Hingga 17 April 2026, terdapat 46 emisi dari 31 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) yang masuk dalam pipeline bursa.
I Gede Nyoman Yetna memberikan keterangan tersebut di Jakarta, Sabtu (18/6/2026). Ia menjelaskan minat korporasi menggalang dana melalui pasar modal tetap terjaga.
Sejauh ini, otoritas bursa telah mencatatkan 52 emisi dari 35 penerbit EBUS. Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp57.16 triliun.
Sektor finansial mendominasi daftar rencana emisi tersebut. Berdasarkan data BEI, sektor ini memiliki porsi sebesar 47.8%. Tercatat ada 15 perusahaan dari sektor keuangan yang siap menerbitkan instrumen utang.
Sektor infrastruktur menyusul di posisi kedua dengan kontribusi 19.6%. Saat ini terdapat 7 perusahaan infrastruktur dalam pipeline bursa.
Sektor energi menyumbang porsi 13.0% yang berasal dari 5 perusahaan. Sementara itu, sektor basic materials mencatat 2 perusahaan dengan porsi 8.7%.
Sektor consumer non-cyclicals berkontribusi sebesar 6.5% dari 2 perusahaan. Terakhir, sektor teknologi tercatat memiliki porsi 4.3% dalam komposisi pipeline tersebut.
“Sampai dengan 17 April 2026 terdapat 46 emisi dari 31 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,” ujar Nyoman.
