Maruarar Sirait Apresiasi Peran BTN di Sektor Perumahan Nasional
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN mendapat tugas sebagai penyelenggara KPR pada 29 Januari 1974 dari Menteri Keuangan saat itu, Ali Wardhana. Tugas ini se...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN mendapat tugas sebagai penyelenggara KPR pada 29 Januari 1974 dari Menteri Keuangan saat itu, Ali Wardhana. Tugas ini sejalan dengan program pemerintah yang ingin menggalakkan pembangunan rumah untuk rakyat. Penyaluran KPR pertama dilakukan BTN pada 10 Desember 1976 dengan nilai total Rp38 juta. Dana tersebut digunakan untuk membiayai 17 unit rumah, yaitu sembilan unit di Semarang, Jawa Tengah, dan delapan unit di Surabaya, Jawa Timur. Program ini merupakan hasil kolaborasi BTN dengan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) serta pelaku industri properti.
Sejak itu, BTN terus berkomitmen menyalurkan KPR. Saat ini, lebih dari 90% portofolio kredit BTN adalah kredit perumahan. BTN juga memimpin pasar KPR di Indonesia dengan pangsa pasar mencapai sekitar 40% secara nasional. Program KPR BTN memberikan dampak besar, mendukung 185 sub-sektor ekonomi, dan bekerja sama dengan lebih dari 7.000 mitra pengembang perumahan.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa BTN mendukung penuh Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program ini bertujuan menyediakan rumah yang layak bagi masyarakat di pedesaan hingga perkotaan.
โProgram 3 Juta Rumah akan membantu menurunkan angka kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Langkah ini penting agar Indonesia bisa menjadi negara maju dengan masyarakat yang lebih sejahtera, sesuai visi Indonesia Emas 2045,โ ujar Nixon.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikan apresiasi atas peran BTN sebagai bank penyalur KPR sejak 1976. Ia memuji kontribusi BTN dalam mendukung sektor perumahan nasional, terutama bagi masyarakat kecil.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Dukung Program 3 Juta Rumah, KPR BTN dan Danantara Sasar Kelompok Disabilitas
- BRIncubator 2026 Dimulai, BRI Perkuat UMKM Naik Kelas hingga Siap Ekspor
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...