STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) telah merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp1,84 triliun hingga 30 Juni 2026. Nilai tersebut setara 78,28% dari total dana bersih hasil IPO sebesar Rp2,35 triliun.
Jonathan Kandinata, Direktur CDIA dalam keterbukaan informasi ke BEI, Senin (13/7/2026), menyampaikan, dana IPO yang masih tersisa mencapai Rp511,05 miliar. “Dana tersebut ditempatkan pada rekening giro di Bank DBS Indonesia dengan tingkat bunga 4,16%,” katanya.
Jonathan menjelaskan, dari total dana bersih IPO sebesar Rp2,35 triliun, Perseroan sebelumnya merencanakan alokasi 37% atau Rp871,76 miliar untuk penyetoran modal kepada perusahaan anak, yakni CSI dan MIM. Sementara 63% atau Rp1,48 triliun dialokasikan sebagai penyetoran modal kepada perusahaan anak lainnya, yaitu CSP.
Hingga akhir Juni 2026, seluruh dana sebesar Rp871,76 miliar untuk CSI dan MIM telah direalisasikan. Adapun dana yang telah disalurkan kepada CSP mencapai Rp969,53 miliar atau sekitar 41% dari total dana bersih IPO.
“Perseroan memperoleh dana bruto IPO sebesar Rp2,37 triliun. Setelah dikurangi biaya penawaran umum Rp19,42 miliar, dana bersih yang diterima mencapai Rp2,35 triliun,” katanya.
Biaya penawaran umum terdiri atas biaya jasa penjaminan emisi Rp2,22 miliar, management fee Rp9 miliar, selling fee Rp2,22 miliar, biaya profesi penunjang pasar modal Rp2,38 miliar, biaya lembaga penunjang pasar modal Rp120 juta, serta biaya lain-lain Rp3,48 miliar.

