STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Indeks saham berjangka (futures) Amerika Serikat bergerak mendatar pada perdagangan Kamis malam (28/5/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (29/5/2026) WIB. Para pelaku pasar terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah. Gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) saat ini dinilai masih sangat rapuh.
Mengutip CNBC International, S&P 500 futures dan Nasdaq 100 futures diperdagangkan di sekitar garis flat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 24 poin atau kurang dari 0,1%. Kondisi ini terjadi setelah ketiga indeks utama Wall Street mencetak rekor penutupan tertinggi baru pada perdagangan Kamis.
Sektor teknologi menjadi motor utama penguatan pasar. S&P 500 naik 0,58% dan Nasdaq Composite menguat 0,91%. Dow Jones juga berhasil naik tipis 0,05%.
Kenaikan saham sempat menyentuh level tertinggi sesi setelah muncul laporan Axios. Negosiator AS dan Iran disebut menyepakati nota kesepahaman 60 hari. Kesepakatan ini bertujuan memperpanjang gencatan senjata dan membuka negosiasi program nuklir Iran.
Namun, Presiden Donald Trump belum memberikan persetujuan akhir. Beberapa jam setelahnya, media pemerintah Iran, Fars, melaporkan angkatan bersenjata Iran meluncurkan rudal ke sasaran yang tidak diidentifikasi.
Di pasar saham, Dell Technologies mencuri perhatian investor. Harga saham Dell melonjak 30% pada perdagangan setelah jam kerja (extended trading). Lonjakan ini terjadi setelah produsen laptop tersebut menaikkan panduan kinerja setahun penuh. Dell juga melaporkan kinerja kuartal pertama yang melampaui ekspektasi pasar.
Nasib berbeda dialami pengecer pakaian American Eagle Outfitters. Saham perusahaan ini merosot 11%. Penurunan dipicu oleh kinerja penjualan yang turun 2% pada kuartal pertama.
Kate Moore, Chief Investment Officer Citi Wealth, menilai reli pasar ke level tertinggi masih akan berlanjut. Menurutnya, pertumbuhan laba perusahaan yang kuat lebih dominan dibanding berita ketegangan Timur Tengah.
“Saya rasa banyak pemulihan yang kita lihat sejak titik terendah pada Maret adalah penerimaan akan adanya resolusi pada suatu saat nanti. Namun tentunya cakupan dan waktu penyelesaiannya masih menjadi tebakan bagi siapa pun,” ujar Moore.
Moore menambahkan fokus pasar saat ini tidak tertuju pada perang. Investor lebih melihat kekuatan dari sektor teknologi.
“Jadi jika pasar hanya fokus pada satu hal dalam satu waktu, mereka tidak benar-benar fokus pada perang Iran. Mereka justru mengatakan super siklus AI dan teknologi sedang melaju penuh,” kata Kate.
Sepanjang pekan ini, ketiga indeks utama berada di jalur hijau. Nasdaq memimpin dengan kenaikan lebih dari 2%. S&P 500 naik lebih dari 1%, sementara Dow Jones naik kurang dari 1%.
Bulan Mei menjadi periode yang menguntungkan bagi investor Wall Street. S&P 500 tercatat naik hampir 5%. Dow Jones naik 2%. Nasdaq menunjukkan performa terbaik dengan kenaikan sebesar 8% sepanjang bulan ini.
Investor kini menantikan laporan pendapatan dari peritel fashion Buckle pada Jumat pagi waktu setempat. Data inventaris grosir bulan April dan indeks PMI Chicago bulan Mei juga akan menjadi perhatian pasar. Sektor manufaktur dan non-manufaktur di wilayah Chicago menjadi indikator penting bagi kesehatan ekonomi AS.

